Skip to content
  • Hubungi Kami
  • Tentang Kami

Bursa Terkini

Kabar Bursa Saham Terkini

  • Home
  • Berita Emiten
  • Toggle search form

Harga Bahan Baku Naik Turun, Kinerja Mayora Masih “Diganggu” di 2026

Posted on March 28, 2026March 27, 2026 By V. Theresia No Comments on Harga Bahan Baku Naik Turun, Kinerja Mayora Masih “Diganggu” di 2026
  • Kenaikan harga bahan baku seperti kakao dan kopi masih menekan margin laba PT Mayora Indah Tbk meskipun penjualan tetap tumbuh.
  • Analis masih optimistis dengan rekomendasi “buy”, didukung potensi pemulihan margin jika harga komoditas mulai stabil.
  • Katalis utama ke depan meliputi tren harga bahan baku, daya beli pasca Lebaran, dan strategi penyesuaian harga perusahaan.
Harga bahan baku yang naik turun ternyata masih jadi “hantu” buat kinerja PT Mayora Indah Tbk (MYOR). Walaupun bisnisnya tetap jalan dan penjualan masih tumbuh, tekanan dari sisi biaya bikin profit perusahaan ini belum bisa benar-benar lepas landas.

Kalau dilihat dari kinerja terakhir, sebenarnya Mayora masih cukup solid. Penjualannya naik, produk-produknya tetap laku di pasar, baik dalam negeri maupun ekspor. Tapi masalahnya ada di margin. Harga komoditas seperti kakao, kopi, dan gula sempat melonjak tinggi dalam beberapa waktu terakhir. Nah, ini langsung “menggerus” keuntungan mereka. Jadi meskipun revenue naik, laba bersihnya justru sedikit turun dibanding tahun sebelumnya.

Ini yang bikin investor agak was-was. Bukan karena bisnisnya jelek, tapi karena faktor eksternal—khususnya harga bahan baku—yang sulit dikontrol. Di industri consumer goods seperti Mayora, hal ini memang krusial banget. Sedikit saja harga bahan naik, dampaknya bisa langsung terasa ke margin.

Di sisi lain, manajemen sebenarnya nggak tinggal diam. Mereka mencoba mengatasi tekanan ini lewat strategi penyesuaian harga jual dan efisiensi operasional. Tapi ya, ini juga nggak bisa agresif-agresif banget. Kalau harga dinaikkan terlalu tinggi, bisa berisiko ke daya beli konsumen. Jadi harus benar-benar seimbang.

Menariknya, meskipun ada tekanan ini, banyak analis masih cukup optimistis dengan prospek MYOR. Rata-rata masih kasih rekomendasi “buy” dengan target harga di kisaran Rp2.700-an. Artinya, pasar masih melihat ada potensi kenaikan, terutama kalau harga bahan baku mulai stabil atau turun.

Harapannya memang ke sana. Beberapa sinyal menunjukkan harga komoditas mulai lebih terkendali dibanding sebelumnya. Kalau tren ini berlanjut, margin Mayora bisa pelan-pelan pulih. Ditambah lagi, momen musiman seperti Ramadan dan Lebaran biasanya jadi booster buat penjualan produk makanan dan minuman—yang merupakan core business Mayora.

Di luar faktor internal, kondisi pasar juga ikut mempengaruhi. Belakangan ini, pasar saham Indonesia cukup fluktuatif karena sentimen global—mulai dari pergerakan suku bunga sampai harga komoditas dunia. Saham-saham consumer seperti MYOR biasanya cukup sensitif terhadap isu daya beli dan inflasi.

Jadi ke depan, yang perlu diperhatikan sebenarnya cukup jelas. Pertama, bagaimana perkembangan harga bahan baku, terutama kakao dan kopi. Kedua, apakah strategi pricing Mayora berhasil tanpa mengorbankan volume penjualan. Ketiga, bagaimana kondisi konsumsi masyarakat setelah periode Lebaran.

Kalau semua faktor ini bergerak ke arah yang positif, bukan nggak mungkin MYOR bisa kembali mencatat pertumbuhan laba yang lebih kuat di 2026. Tapi kalau harga bahan baku kembali naik atau daya beli melemah, tekanan terhadap margin bisa saja berlanjut.

Sumber:
Laporan keuangan dan publikasi resmi PT Mayora Indah Tbk, laporan analis dari UOB Kay Hian dan konsensus pasar (Investing.com), serta artikel riset dan berita dari Kontan dan KabarBursa.

Berita Emiten, IDX:MYOR

Post navigation

Previous Post: Pendapatan Melonjak 44,8%, Laba CDIA Melejit Tiga Digit Pasca Transformasi IPO
Next Post: Agresif di 5G dan B2B, Saatnya EXCL Bangkit atau Justru Tertekan?

Related Posts

Rumor Divestasi BFIN Bikin Pasar Heboh, Tapi Manajemen Bilang Tidak Ada Informasi Apa Pun Berita Emiten
Caturkarda Depo Bangunan (DEPO) Perluas Jejak ke Luar Jawa, Pasar Tunggu Realisasi Ekspansi dan Katalis Baru Berita Emiten
Kredit AMAR Tumbuh 30%, Tapi Rasio LDR Masih Jadi Sorotan Pasar Berita Emiten
Potongan Komisi Ojol Dipangkas, GOTO Berhitung Ulang Strategi Pertumbuhan Berita Emiten
GOTO Akhirnya Catat Laba Perdana, Strategi Efisiensi dan Monetisasi Jadi Kunci Menjaga Profitabilitas Berita Emiten
Prospek Saham MORA Cerah di 2026, Merger MyRepublic Jadi Sentimen Utama Berita Emiten

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Copyright © 2026 Bursa Terkini.

Add as a preferred source on Google
Add as preferred source on Google

Powered by
►
Necessary cookies enable essential site features like secure log-ins and consent preference adjustments. They do not store personal data.
None
►
Functional cookies support features like content sharing on social media, collecting feedback, and enabling third-party tools.
None
►
Analytical cookies track visitor interactions, providing insights on metrics like visitor count, bounce rate, and traffic sources.
None
►
Advertisement cookies deliver personalized ads based on your previous visits and analyze the effectiveness of ad campaigns.
None
►
Unclassified cookies are cookies that we are in the process of classifying, together with the providers of individual cookies.
None
Powered by