- Carsurin (CRSN) mulai agresif masuk ke bisnis industri hijau, termasuk pengujian baterai EV, sertifikasi karbon, dan layanan sustainability.
- Perseroan menargetkan pendapatan 2026 tumbuh lebih dari 20% seiring meningkatnya kebutuhan jasa inspeksi dan sertifikasi sektor energi hijau.
- Investor mencermati peluang CRSN di tengah tren kendaraan listrik, hilirisasi nikel, dan perkembangan pasar karbon Indonesia.
Kalau dulu banyak investor mengenal PT Carsurin Tbk (CRSN) hanya sebagai perusahaan jasa inspeksi dan pengujian, sekarang arah bisnisnya mulai berubah jauh lebih modern. Emiten yang bergerak di bidang testing, inspection, and certification (TIC) ini mulai serius masuk ke industri hijau, kendaraan listrik, sampai bisnis sertifikasi karbon yang lagi naik daun di Indonesia.
Perubahan arah ini sebenarnya cukup menarik. Di saat banyak emiten masih fokus menjaga bisnis lama tetap stabil, Carsurin justru mencoba menangkap peluang baru dari tren transisi energi dan ekonomi berkelanjutan. Manajemen melihat kebutuhan layanan pengujian dan sertifikasi berbasis sustainability bakal terus tumbuh beberapa tahun ke depan.
Hal itu bukan tanpa alasan. Pemerintah Indonesia saat ini memang sedang agresif mendorong hilirisasi nikel, pengembangan ekosistem kendaraan listrik, sampai perdagangan karbon. Semua sektor tersebut butuh proses pengujian, verifikasi, dan sertifikasi yang ketat. Nah, di sinilah Carsurin mencoba mengambil posisi.
Dalam paparan publik terbarunya, manajemen menyebut perusahaan kini mulai memperkuat layanan pengujian baterai EV, verifikasi emisi karbon, pengujian mineral strategis seperti nikel, sampai layanan digital compliance berbasis teknologi. Bahkan perusahaan juga mulai mengembangkan penggunaan AI dan drone otonom untuk mendukung operasional inspeksi mereka.
Strategi ini cukup masuk akal karena industri TIC sendiri sedang berubah. Kalau dulu fokusnya hanya inspeksi komoditas atau barang industri biasa, sekarang permintaan mulai bergeser ke sektor yang berkaitan dengan ESG, green industry, dan energi bersih.
Dari sisi bisnis, Carsurin juga terlihat cukup percaya diri. Perseroan menargetkan pendapatan tahun 2026 bisa mencapai sekitar Rp618 miliar, naik lebih dari 20% dibanding realisasi sebelumnya. EBITDA dan laba bersih juga diproyeksikan ikut bertumbuh seiring ekspansi bisnis baru mereka.
Yang menarik lagi, perusahaan juga mulai memperbaiki struktur keuangan. Rasio utang terhadap ekuitas alias DER ditargetkan turun cukup signifikan. Ini penting karena ekspansi ke sektor baru biasanya membutuhkan belanja modal dan investasi teknologi yang tidak kecil.
Di pasar saham sendiri, CRSN memang belum termasuk saham dengan volume transaksi terbesar di Bursa Efek Indonesia. Tapi tema bisnis yang mereka bawa sekarang mulai membuat investor melirik lagi. Apalagi tema green economy dan kendaraan listrik masih menjadi salah satu narasi besar pasar dalam beberapa tahun terakhir.
Ditambah lagi, sektor terkait sustainability saat ini masih punya ruang pertumbuhan besar di Indonesia. Selama pemerintah terus mendorong hilirisasi dan transisi energi, kebutuhan layanan inspeksi dan sertifikasi kemungkinan juga akan ikut naik.
Meski begitu, tantangan tetap ada. Persaingan di industri TIC cukup ketat, sementara bisnis baru seperti sertifikasi karbon dan pengujian EV masih membutuhkan waktu untuk benar-benar menghasilkan kontribusi besar ke pendapatan perusahaan. Investor juga kemungkinan masih akan menunggu realisasi kontrak-kontrak baru sebelum memberi valuasi lebih tinggi ke saham CRSN.
Ke depan, pasar bakal mencermati apakah Carsurin benar-benar mampu mengubah momentum industri hijau ini menjadi pertumbuhan laba yang konsisten. Selain itu, perkembangan proyek kendaraan listrik nasional, hilirisasi nikel, dan pasar karbon Indonesia juga bisa menjadi katalis penting untuk bisnis mereka.
Kalau strategi ini berjalan mulus, Carsurin mungkin bukan lagi sekadar perusahaan inspeksi tradisional, tapi bisa berubah menjadi salah satu pemain jasa pendukung industri hijau yang cukup penting di Indonesia.
Sumber: Kontan, Investor.id, Antara News, paparan publik PT Carsurin Tbk.