Skip to content
  • Hubungi Kami
  • Tentang Kami

Bursa Terkini

Kabar Bursa Saham Terkini

  • Home
  • Berita Emiten
  • Toggle search form

Pajak Naik Tajam, Laba Jasa Marga (JSMR) Turun 19% di 2025, Masih Layak Koleksi?

Posted on March 4, 2026 By V. Theresia No Comments on Pajak Naik Tajam, Laba Jasa Marga (JSMR) Turun 19% di 2025, Masih Layak Koleksi?
  • Laba bersih PT Jasa Marga Tbk (JSMR) turun 19,26% pada 2025 menjadi sekitar Rp3,65 triliun akibat lonjakan beban pajak yang signifikan.
  • Meski pendapatan tol relatif stabil, kenaikan pajak dan penurunan pendapatan konstruksi menekan kinerja bottom line perseroan.
  • Sejumlah analis masih mempertahankan rekomendasi beli untuk JSMR, dengan target harga di atas level pasar saat ini, sambil menunggu katalis kinerja 2026.
Laba bersih PT Jasa Marga Tbk (JSMR) sepanjang 2025 turun cukup dalam, dan penyebab utamanya bukan karena jalan tol sepi, melainkan karena beban pajak yang melonjak tajam. Dari laporan keuangan tahunan yang dirilis perseroan, laba bersih JSMR tercatat sekitar Rp3,65 triliun, anjlok 19,26% dibandingkan tahun sebelumnya yang mencapai Rp4,53 triliun. Padahal dari sisi operasional, bisnis intinya masih relatif solid.

Kalau ditarik lebih dalam, total pendapatan Jasa Marga sepanjang 2025 memang turun menjadi sekitar Rp29,89 triliun dari Rp31,75 triliun pada 2024. Penurunan ini sebagian besar disebabkan oleh merosotnya pendapatan konstruksi. Namun yang paling mencolok adalah lonjakan beban pajak penghasilan yang melonjak drastis menjadi sekitar Rp1,54 triliun, dari hanya sekitar Rp157,7 miliar pada tahun sebelumnya. Kenaikan pajak inilah yang secara signifikan “menggerus” laba bersih, meskipun EBITDA dan pendapatan tol masih menunjukkan daya tahan.

Artinya, secara bisnis inti—yakni pengelolaan jalan tol—Jasa Marga sebenarnya masih mampu menghasilkan arus kas yang stabil. Segmen tol tetap menjadi kontributor utama pendapatan, didukung volume lalu lintas dan penyesuaian tarif di sejumlah ruas. Namun ketika beban pajak naik tajam, hasil akhirnya tetap terasa di laba bersih.

Dari sisi pasar saham, sentimen terhadap JSMR sempat tertekan, apalagi di tengah volatilitas Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) yang bergerak fluktuatif mengikuti sentimen global dan arus dana asing. Sektor infrastruktur sendiri cenderung bergerak hati-hati, seiring investor lebih selektif memilih emiten dengan pertumbuhan laba yang konsisten.

Meski begitu, pandangan analis terhadap JSMR belum sepenuhnya suram. Sejumlah riset masih mempertahankan rekomendasi beli, dengan asumsi bahwa tekanan laba 2025 lebih bersifat temporer akibat faktor pajak dan bukan karena penurunan fundamental bisnis tol. Salah satu laporan riset dari CLSA Sekuritas Indonesia bahkan menempatkan target harga di kisaran Rp5.100 per saham, mencerminkan potensi kenaikan yang cukup menarik dibanding level perdagangan terakhir. Konsensus analis di berbagai platform keuangan internasional juga menunjukkan rata-rata target harga di atas harga pasar saat ini, dengan estimasi tertinggi menyentuh Rp6.200.

Ke depan, investor kemungkinan akan fokus pada beberapa hal penting. Pertama, bagaimana strategi manajemen mengelola struktur pajak dan efisiensi biaya agar tekanan serupa tidak kembali berulang. Kedua, perkembangan proyek ruas tol baru dan potensi divestasi atau kerja sama strategis yang bisa memperkuat neraca. Ketiga, performa kuartal I-2026 yang akan menjadi indikator awal apakah penurunan laba 2025 hanya anomali satu tahun atau awal dari tren baru.

Dengan karakter bisnis yang defensif dan berbasis aset jangka panjang, Jasa Marga tetap berada di radar investor yang mencari eksposur sektor infrastruktur. Tantangannya kini adalah membuktikan bahwa penurunan laba 2025 hanyalah fase penyesuaian, bukan sinyal pelemahan struktural.

Sumber: Laporan keuangan tahunan 2025 PT Jasa Marga Tbk, keterbukaan informasi Bursa Efek Indonesia, laporan riset CLSA Sekuritas Indonesia, serta data konsensus analis dari Investing.com.

Berita Emiten, IDX:JSMR

Post navigation

Previous Post: Bos AKRA Ambil Untung Rp2,85 Miliar, Sahamnya Masih Layak Dikoleksi?
Next Post: Saham PT Unilever Indonesia Tbk (UNVR) Diproyeksikan Melemah di Premarket Menjelang Perdagangan Rabu, 4 Maret 2026 Usai Divestasi Bisnis SariWangi

Related Posts

JSMR Menguat Saat Perdagangan Berlangsung, Investor Cermati Kenaikan Tarif Tol dan Dukungan Analis IDX:JSMR
Emiten Grup Djarum IBST Siap Tinggalkan BEI, Aksi Go Private Picu Sorotan Pasar Berita Emiten
Rumor Divestasi BFIN Bikin Pasar Heboh, Tapi Manajemen Bilang Tidak Ada Informasi Apa Pun Berita Emiten
Pendapatan Turun, Tapi Laba Ultrajaya (ULTJ) Justru Naik Dua Digit di Tahun 2025 Berita Emiten
MDKA Mulai Pengeboran Tambang Emas Pani, Pasar Menanti Tambahan Cadangan di Tengah Reli Harga Emas Berita Emiten
Ditinggal Mitra Louis Vuitton, Saham SONA Jadi Roller Coaster Berita Emiten

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Copyright © 2026 Bursa Terkini.

Add as a preferred source on Google
Add as preferred source on Google

Powered by
►
Necessary cookies enable essential site features like secure log-ins and consent preference adjustments. They do not store personal data.
None
►
Functional cookies support features like content sharing on social media, collecting feedback, and enabling third-party tools.
None
►
Analytical cookies track visitor interactions, providing insights on metrics like visitor count, bounce rate, and traffic sources.
None
►
Advertisement cookies deliver personalized ads based on your previous visits and analyze the effectiveness of ad campaigns.
None
►
Unclassified cookies are cookies that we are in the process of classifying, together with the providers of individual cookies.
None
Powered by