Skip to content
  • Hubungi Kami
  • Tentang Kami

Bursa Terkini

Kabar Bursa Saham Terkini

  • Home
  • Berita Emiten
  • Toggle search form

Bos SCMA Borong 241,8 Juta Saham SCMA di Harga Rp276, Sinyal Kepercayaan Internal di Tengah Dinamika Industri Media

Posted on March 7, 2026March 6, 2026 By V. Theresia No Comments on Bos SCMA Borong 241,8 Juta Saham SCMA di Harga Rp276, Sinyal Kepercayaan Internal di Tengah Dinamika Industri Media
  • Komisaris Utama SCMA, Adi Wardhana Sariaatmadja, membeli 241,8 juta saham SCMA di harga Rp276 per saham dengan total nilai transaksi sekitar Rp66,7 miliar.
  • Aksi insider buying ini dipandang sebagai sinyal kepercayaan manajemen terhadap prospek bisnis SCMA, terutama di tengah transformasi industri media ke platform digital.
  • Investor kini menunggu katalis berikutnya, seperti laporan kinerja keuangan, pertumbuhan belanja iklan, dan perkembangan ekosistem digital Grup Emtek.

Pergerakan saham PT Surya Citra Media Tbk (SCMA) belakangan kembali menarik perhatian pelaku pasar. Bukan hanya karena dinamika industri media yang terus berubah, tetapi juga karena aksi besar dari salah satu orang dalam perusahaan. Komisaris Utama SCMA, Adi Wardhana Sariaatmadja, dilaporkan memborong ratusan juta saham perseroan di pasar.

Berdasarkan keterbukaan informasi yang disampaikan ke Bursa Efek Indonesia (BEI), Adi Wardhana membeli sekitar 241,8 juta saham SCMA pada harga Rp276 per saham. Jika dihitung, nilai transaksi ini mencapai sekitar Rp66 miliar lebih. Transaksi tersebut dilakukan pada akhir Februari 2026 dan disebutkan bertujuan untuk investasi.

Yang menarik, sebelum transaksi ini dilakukan, kepemilikan saham Adi Wardhana di SCMA sebenarnya sangat kecil. Namun setelah pembelian tersebut, kepemilikannya melonjak menjadi sekitar 241,81 juta saham atau sekitar 0,33% dari total saham yang beredar. Lonjakan kepemilikan ini langsung menjadi perhatian investor karena biasanya aksi beli dari manajemen atau komisaris sering dianggap sebagai sinyal kepercayaan terhadap prospek perusahaan.

Fenomena “insider buying” seperti ini memang sering dibaca positif oleh pasar. Logikanya sederhana: jika orang dalam perusahaan berani membeli saham dalam jumlah besar menggunakan dana pribadi, berarti mereka cukup percaya terhadap potensi bisnis perusahaan ke depan.

Aksi ini juga tidak berdiri sendiri. Sebelumnya, pemegang saham pengendali SCMA, yaitu PT Elang Mahkota Teknologi Tbk (EMTK), juga sempat melakukan akumulasi saham SCMA dalam beberapa transaksi. Harga pembelian yang dilakukan EMTK berada di kisaran Rp258 hingga Rp320 per saham. Artinya, aksi pembelian oleh komisaris di Rp276 masih berada di tengah kisaran harga yang sebelumnya juga diborong oleh induk usaha.

Bagi investor, kondisi ini sering dianggap sebagai bentuk konsolidasi kepemilikan oleh pihak internal. Biasanya langkah seperti ini dilakukan ketika manajemen menilai valuasi saham perusahaan sedang menarik atau undervalued di pasar.

Di sisi bisnis, SCMA sendiri dikenal sebagai salah satu pemain besar di industri media Indonesia. Perusahaan ini mengoperasikan stasiun televisi populer seperti SCTV dan Indosiar. Selain televisi, SCMA juga menjadi bagian dari ekosistem digital Emtek yang mencakup berbagai platform streaming dan teknologi.

Perubahan perilaku penonton dari televisi konvensional ke platform digital memang menjadi tantangan besar bagi industri media. Namun di sisi lain, perusahaan seperti SCMA juga memiliki peluang besar jika mampu memanfaatkan ekosistem digital tersebut dengan baik. Monetisasi konten digital, integrasi dengan platform streaming, hingga potensi peningkatan belanja iklan menjadi beberapa faktor yang bisa mendukung kinerja perusahaan ke depan.

Sementara itu, dari sisi pergerakan saham, SCMA masih bergerak cukup fluktuatif mengikuti sentimen pasar. Sahamnya sempat diperdagangkan di kisaran Rp240-an dalam beberapa waktu terakhir. Kondisi ini juga terjadi di tengah pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) yang cenderung naik turun akibat berbagai faktor global dan domestik.

Bagi para trader dan investor, aksi pembelian besar dari komisaris tentu menjadi sinyal yang menarik untuk dicermati. Namun seperti biasa di pasar saham, satu faktor saja tidak cukup untuk menentukan arah harga. Investor tetap akan menunggu katalis lain seperti laporan keuangan terbaru SCMA, perkembangan industri iklan televisi, serta strategi ekspansi digital dari Grup Emtek.

Jika kinerja bisnis mulai menunjukkan perbaikan dan ekosistem digitalnya semakin kuat, bukan tidak mungkin aksi borong saham oleh orang dalam ini nantinya akan dianggap sebagai langkah yang sangat tepat.

Sumber:
Keterbukaan Informasi Bursa Efek Indonesia (BEI), IDNFinancials, IndoPremier News, HaloIndonesia.

Berita Emiten, IDX:SCMA

Post navigation

Previous Post: Sambut Idul Fitri, Antam Luncurkan Emas Batangan Spesial Lebaran 2026
Next Post: Laba Petrosea Melonjak 197% di Tahun 2025, Strategi Ekspansi Energi Mulai Terlihat Hasilnya

Related Posts

Saat IHSG Melemah, AADI Justru Tancap Gas, Apa yang Terjadi? Berita Emiten
Pendapatan Naik, GoTo Pangkas Rugi Bersih 77% di Tengah Transformasi Bisnis Digital Berita Emiten
Diserbu EV China, PT Astra International Tbk Mulai Kehilangan Tahta di Pasar Otomotif Berita Emiten
Digempur Gejolak Geopolitik, ABM Investama (ABMM) Pasang Strategi Ekspansi dan Target Produksi 2026 Berita Emiten
Harga Bahan Baku Naik Turun, Kinerja Mayora Masih “Diganggu” di 2026 Berita Emiten
Harta Djaya Karya (MEJA) Tebar Saham Bonus 6:1, Aksi Korporasi Dongkrak Likuiditas di Tengah Dinamika Pasar Berita Emiten

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Copyright © 2026 Bursa Terkini.

Powered by
►
Necessary cookies enable essential site features like secure log-ins and consent preference adjustments. They do not store personal data.
None
►
Functional cookies support features like content sharing on social media, collecting feedback, and enabling third-party tools.
None
►
Analytical cookies track visitor interactions, providing insights on metrics like visitor count, bounce rate, and traffic sources.
None
►
Advertisement cookies deliver personalized ads based on your previous visits and analyze the effectiveness of ad campaigns.
None
►
Unclassified cookies are cookies that we are in the process of classifying, together with the providers of individual cookies.
None
Powered by