Skip to content
  • Hubungi Kami
  • Tentang Kami

Bursa Terkini

Kabar Bursa Saham Terkini

  • Home
  • Berita Emiten
  • Toggle search form

Saat IHSG Melemah, AADI Justru Tancap Gas, Apa yang Terjadi?

Posted on March 5, 2026 By V. Theresia No Comments on Saat IHSG Melemah, AADI Justru Tancap Gas, Apa yang Terjadi?
  • Saham AADI menguat signifikan saat IHSG terkoreksi, mencerminkan minat investor pada sektor batubara di tengah pasar yang volatil.
  • Sejumlah analis mempertahankan rating beli dengan target harga di atas level saat ini, menilai valuasi dan fundamental AADI masih menarik.
  • Pelaku pasar kini menanti laporan keuangan terbaru, pergerakan harga batubara global, serta sentimen makro sebagai katalis berikutnya.

Pasar saham Indonesia lagi nggak baik-baik saja. Dalam beberapa sesi terakhir, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) tertekan cukup dalam akibat kombinasi sentimen global dan faktor domestik. Namun di tengah koreksi tersebut, saham PT Adaro Andalan Indonesia Tbk (AADI) justru tampil beda. Ketika banyak saham rontok, AADI malah tancap gas dan mencatatkan penguatan signifikan.

Pada perdagangan awal pekan ini, IHSG ditutup melemah sekitar 0,9%–1% seiring tekanan sentimen eksternal, termasuk eskalasi geopolitik dan kekhawatiran investor terhadap prospek ekonomi global. Sejumlah media nasional seperti Kontan dan Liputan6 melaporkan bahwa tekanan pasar juga dipengaruhi oleh sentimen risiko global yang memicu aksi jual di emerging markets, termasuk Indonesia. Di tengah kondisi tersebut, AADI justru menguat lebih dari 6% dalam satu sesi, sebuah pergerakan yang langsung menarik perhatian pelaku pasar.

Kenaikan AADI bukan tanpa alasan. Dari sisi analis, saham ini belakangan masuk dalam radar rekomendasi beli. Berdasarkan konsensus analis yang dihimpun dari Investing.com, AADI rata-rata masih mendapat rating “buy” dengan target harga di kisaran Rp10.300–Rp10.500 dalam 12 bulan ke depan. Bahkan ada estimasi tertinggi yang berada di atas Rp13.000. Bahana Sekuritas juga sempat menegaskan rekomendasi beli dengan target harga Rp10.500 dalam riset terbarunya, menilai valuasi AADI masih cukup atraktif dibandingkan fundamentalnya.

Sentimen positif ini makin kuat karena di tengah pasar yang fluktuatif, investor cenderung melakukan rotasi sektor ke saham berbasis komoditas dan saham dengan potensi dividen menarik. Emiten batubara seperti AADI sering kali menjadi pilihan saat volatilitas meningkat. Selain itu, posisi AADI yang masuk dalam jajaran saham likuid juga membuatnya relatif lebih tahan terhadap tekanan jual ekstrem dibanding saham lapis dua atau tiga.

Di sisi lain, tekanan pada IHSG juga tidak bisa diabaikan. Pelemahan indeks belakangan ini mencerminkan kehati-hatian investor terhadap faktor makro seperti arah suku bunga global dan dinamika geopolitik. Ketika indeks terkoreksi dalam, biasanya akan muncul saham-saham yang bergerak berlawanan arah karena faktor fundamental atau sentimen spesifik. AADI tampaknya sedang berada dalam fase tersebut.

Ke depan, pelaku pasar akan menunggu katalis berikutnya. Laporan keuangan kuartal pertama 2026 akan menjadi ujian apakah momentum ini bisa berlanjut. Selain itu, perkembangan harga batubara global, kebijakan pemerintah terkait royalti dan RKAB, serta keputusan suku bunga Bank Indonesia akan menjadi faktor penting yang menentukan arah saham ini dan IHSG secara keseluruhan.

Untuk saat ini, cerita AADI adalah tentang saham yang mampu melawan arus ketika indeks sedang terseret turun. Apakah ini awal dari tren naik yang lebih panjang atau hanya reli jangka pendek, semuanya kembali pada kombinasi kinerja fundamental dan sentimen pasar dalam beberapa minggu ke depan.

Sumber: Kontan.co.id, Liputan6.com, Investing.com (konsensus analis AADI), riset Bahana Sekuritas, serta data perdagangan Bursa Efek Indonesia.

Berita Emiten, IDX:AADI

Post navigation

Previous Post: Saham PT Unilever Indonesia Tbk (UNVR) Diproyeksikan Melemah di Premarket Menjelang Perdagangan Rabu, 4 Maret 2026 Usai Divestasi Bisnis SariWangi
Next Post: TRIN Terpantau Bergerak Di Pra-Pasar Jelang Perdagangan Kamis, 5 Maret 2026: Saham Anjlok Setelah Pengumuman Perubahan Struktur Kepemilikan

Related Posts

Di Tengah Krisis Global, ADMR Justru Dapat Angin Segar dari Aluminium Berita Emiten
Geoprima Solusi (GPSO) Perbesar Porsi Akuisisi Tiga Entitas, Strategi Integrasi Jadi Sorotan Pasar Berita Emiten
Laba Petrosea Melonjak 197% di Tahun 2025, Strategi Ekspansi Energi Mulai Terlihat Hasilnya Berita Emiten
MPPA Cari Nafas Baru Lewat Rights Issue di Tengah Ketatnya Industri Ritel Berita Emiten
Saham ADRO Masih Layak Koleksi? Analis Buka-Bukaan Soal Potensi dan Risiko Berita Emiten
Di Balik Lahirnya BRIS, Apa Strategi, Pertumbuhan dan Harapan Investor Berita Emiten

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Copyright © 2026 Bursa Terkini.

Powered by
►
Necessary cookies enable essential site features like secure log-ins and consent preference adjustments. They do not store personal data.
None
►
Functional cookies support features like content sharing on social media, collecting feedback, and enabling third-party tools.
None
►
Analytical cookies track visitor interactions, providing insights on metrics like visitor count, bounce rate, and traffic sources.
None
►
Advertisement cookies deliver personalized ads based on your previous visits and analyze the effectiveness of ad campaigns.
None
►
Unclassified cookies are cookies that we are in the process of classifying, together with the providers of individual cookies.
None
Powered by