- Saham WTON naik 1,12% pada perdagangan 8 Mei 2026 di tengah optimisme pemulihan sektor konstruksi dan infrastruktur.
- Investor menantikan laporan keuangan kuartal I/2026 serta potensi pertumbuhan kontrak baru perseroan tahun ini.
- Analis masih mempertahankan rekomendasi positif untuk WTON dengan target harga yang jauh di atas level pasar saat ini.

Saham WTON alias PT Wijaya Karya Beton Tbk kembali menarik perhatian pasar pada perdagangan Jumat, 8 Mei 2026. Emiten beton pracetak milik grup WIKA ini berhasil ditutup menguat di tengah optimisme investor terhadap potensi pemulihan sektor konstruksi dan infrastruktur nasional. Walaupun kenaikannya belum terlalu agresif, pergerakan saham WTON mulai menunjukkan adanya akumulasi dari pelaku pasar yang berspekulasi terhadap kinerja perusahaan di tahun ini.
Pada penutupan perdagangan, saham WTON naik sekitar 1,12% ke level Rp90 per saham. Kenaikan ini memang terlihat tipis, tetapi cukup menarik karena terjadi saat investor sedang aktif memburu saham-saham yang berhubungan dengan proyek infrastruktur pemerintah dan pembangunan kawasan industri. Aktivitas perdagangan juga terlihat lebih hidup dibanding beberapa sesi sebelumnya, menandakan mulai adanya minat beli yang kembali masuk ke saham sektor konstruksi.
Salah satu faktor yang mendorong sentimen positif ke WTON datang dari ekspektasi pasar terhadap laporan keuangan kuartal I/2026. Banyak investor berharap perseroan bisa menunjukkan perbaikan pendapatan dan profitabilitas setelah industri konstruksi perlahan mulai bangkit dari tekanan beberapa tahun terakhir. Permintaan beton pracetak diperkirakan meningkat seiring berjalannya proyek jalan tol, kawasan industri, pelabuhan, hingga pembangunan energi dan infrastruktur pendukung lainnya.
Selain itu, pasar juga mulai melihat bahwa saham-saham BUMN karya dan anak usahanya punya peluang recovery apabila kondisi likuiditas proyek pemerintah semakin membaik. WTON menjadi salah satu emiten yang dianggap memiliki posisi cukup strategis karena bergerak langsung di sektor material konstruksi yang berkaitan erat dengan pembangunan infrastruktur nasional.
Dari sisi analis, pandangan terhadap WTON juga masih cukup positif. Berdasarkan data analyst coverage terbaru, sejumlah analis mempertahankan rekomendasi buy dan outperform untuk saham ini. Bahkan konsensus target harga masih berada jauh di atas harga pasar saat ini. Artinya, ada pelaku pasar yang percaya valuasi WTON masih tergolong murah apabila dibandingkan dengan potensi pertumbuhan bisnisnya ke depan.
Walaupun begitu, investor tetap perlu mencermati berbagai risiko yang ada. Industri konstruksi masih sangat sensitif terhadap suku bunga, kondisi fiskal pemerintah, hingga kelancaran pembayaran proyek. Jika realisasi proyek melambat atau belanja infrastruktur pemerintah tertahan, maka kinerja emiten seperti WTON juga bisa ikut terdampak.
Ke depan, perhatian pasar akan tertuju pada beberapa katalis penting. Mulai dari rilis laporan keuangan terbaru, pencapaian kontrak baru, perkembangan proyek IKN, hingga arah kebijakan ekonomi pemerintah terhadap sektor infrastruktur. Jika berbagai faktor tersebut bergerak positif, bukan tidak mungkin saham WTON bisa mendapatkan momentum penguatan yang lebih besar pada semester kedua 2026.
Sumber:
Laporan dan data perdagangan saham dari Investing.com
Analyst Coverage PT Wijaya Karya Beton Tbk
Keterbukaan informasi dan publikasi perusahaan PT Wijaya Karya Beton Tbk