Skip to content
  • Hubungi Kami
  • Tentang Kami

Bursa Terkini

Kabar Bursa Saham Terkini

  • Home
  • Berita Emiten
  • Toggle search form

TAPG Cetak Laba Rp 3,84 Triliun di 2025, Naik 19% di Tengah Momentum CPO dan Sentimen Pasar Global

Posted on March 17, 2026 By V. Theresia No Comments on TAPG Cetak Laba Rp 3,84 Triliun di 2025, Naik 19% di Tengah Momentum CPO dan Sentimen Pasar Global
  • PT Triputra Agro Persada Tbk mencatat laba Rp 3,84 triliun di 2025, tumbuh 19% didorong harga dan produksi CPO yang kuat.
  • Fundamental perusahaan tetap solid dengan arus kas besar dan prospek positif, didukung rekomendasi “buy” dari analis.
  • Ke depan, pergerakan saham akan dipengaruhi harga CPO global, kebijakan biodiesel, dan rencana ekspansi bisnis.

Kalau ngomongin saham sektor perkebunan, nama PT Triputra Agro Persada Tbk atau TAPG lagi cukup menarik perhatian belakangan ini. Gimana nggak, di tengah kondisi pasar yang naik-turun dan ketidakpastian global, perusahaan ini justru berhasil mencatatkan kinerja yang solid sepanjang 2025.

Bayangin aja, TAPG berhasil mengantongi laba bersih sebesar Rp3,84 triliun. Angka ini naik sekitar 19% dibandingkan tahun sebelumnya. Buat ukuran perusahaan agribisnis, ini bukan cuma bagus—tapi juga nunjukin kalau strategi mereka jalan dengan cukup efektif. Pendapatannya sendiri juga ikut naik jadi sekitar Rp11,4 triliun, yang berarti ada pertumbuhan sekitar 18% secara tahunan.

Kalau ditelusuri lebih dalam, sumber utama cuan TAPG masih datang dari bisnis inti mereka, yaitu crude palm oil (CPO). Kontribusinya bahkan mencapai lebih dari 80% total pendapatan. Jadi jelas banget kalau performa TAPG ini sangat dipengaruhi oleh harga CPO global. Nah, sepanjang 2025 kemarin, harga CPO memang cukup kuat, ditambah lagi produksi mereka juga naik. Kombinasi ini yang bikin kinerja keuangan TAPG terdorong naik.

Nggak cuma dari sisi laba, kondisi keuangan mereka juga kelihatan sehat. Total aset sudah tembus sekitar Rp14,7 triliun, dengan utang yang masih terjaga di kisaran Rp3 triliun. Artinya, struktur keuangan mereka cukup solid dan nggak terlalu terbebani liabilitas. Arus kas operasional yang mencapai Rp3,4 triliun juga jadi sinyal positif kalau bisnisnya memang menghasilkan cash yang kuat, bukan sekadar “bagus di atas kertas”.

Tapi menariknya, meskipun kinerjanya kinclong, pergerakan saham TAPG di pasar nggak selalu ikut euforia. Di sesi perdagangan terakhir, sahamnya justru sempat melemah tipis. Ini biasanya terjadi karena investor melakukan aksi ambil untung setelah harga naik sebelumnya. Selain itu, kondisi pasar yang lebih luas juga lagi agak volatile, terutama karena faktor global seperti harga minyak dan tensi geopolitik.

Dari sisi analis, sentimen terhadap TAPG masih cenderung positif. Beberapa rumah riset bahkan masih kasih rekomendasi “buy” atau “overweight”. Target harga juga ada yang direvisi naik, seiring dengan ekspektasi bahwa kinerja perusahaan ini masih bisa tumbuh ke depan. Faktor seperti efisiensi operasional dan potensi dividen juga jadi daya tarik tersendiri buat investor.

Meski begitu, tetap ada hal yang perlu diperhatikan. Salah satunya adalah ketergantungan pada beberapa pelanggan besar yang menyumbang porsi signifikan dari total penjualan. Ini bisa jadi risiko kalau suatu saat terjadi perubahan dalam hubungan bisnis atau permintaan.

Ke depan, ada beberapa hal yang bakal jadi fokus pasar. Mulai dari pergerakan harga CPO global, kebijakan biodiesel seperti B45 atau bahkan B50, sampai rencana ekspansi pabrik baru yang lagi disiapkan TAPG. Semua ini bisa jadi katalis yang mendorong kinerja dan harga saham mereka ke level berikutnya.

Jadi, buat kamu yang lagi mantau saham sektor komoditas, TAPG ini termasuk salah satu yang layak masuk radar. Tapi tetap ya, karena ini sektor berbasis komoditas, pergerakannya pasti nggak lepas dari dinamika global yang kadang sulit diprediksi.

Sumber:

Laporan keuangan & keterbukaan informasi Bursa Efek Indonesia

Data kinerja perusahaan dari IDN Financials

Riset analis dari Mirae Asset Sekuritas Indonesia

Berita Emiten, IDX:TAPG

Post navigation

Previous Post: BSDE Bergerak Melemah Usai Target Prapenjualan 2026 Diumumkan, Analis Tetap Optimistis
Next Post: Saham AMRT Ditutup Stabil Usai Buyback, Investor Menanti Arah Baru Pasca Aksi Korporasi

Related Posts

Harga Ayam Menguat dan Risiko Impor Bahan Baku Bayangi Kinerja CPIN Berita Emiten
BWPT Terbitkan Obligasi Baru, Bagaimana Dampaknya ke Prospek Saham? Berita Emiten
Agresif di 5G dan B2B, Saatnya EXCL Bangkit atau Justru Tertekan? Berita Emiten
Manuver Baru Emiten Pizza Hut di Tengah Dinamika Pasar Saham Berita Emiten
Sambut Idul Fitri, Antam Luncurkan Emas Batangan Spesial Lebaran 2026 Berita Emiten
HEAL Tertekan BPJS, Saatnya Beralih ke Pasien Premium? Berita Emiten

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Copyright © 2026 Bursa Terkini.

Powered by
►
Necessary cookies enable essential site features like secure log-ins and consent preference adjustments. They do not store personal data.
None
►
Functional cookies support features like content sharing on social media, collecting feedback, and enabling third-party tools.
None
►
Analytical cookies track visitor interactions, providing insights on metrics like visitor count, bounce rate, and traffic sources.
None
►
Advertisement cookies deliver personalized ads based on your previous visits and analyze the effectiveness of ad campaigns.
None
►
Unclassified cookies are cookies that we are in the process of classifying, together with the providers of individual cookies.
None
Powered by