- MDKA mulai masuk fase turnaround seiring produksi awal Tambang Emas Pani yang membuka potensi arus kas baru.
- Bisnis nikel menunjukkan pertumbuhan signifikan, mendukung perbaikan margin dan kinerja operasional.
- Analis tetap positif dengan rekomendasi buy, sementara investor menunggu ramp-up produksi dan progres proyek lanjutan sebagai katalis berikutnya.
Kalau kamu lagi mantengin saham tambang di Bursa Efek Indonesia, nama PT Merdeka Copper Gold Tbk (MDKA) belakangan ini memang mulai “panas” lagi dibahas. Bukan tanpa alasan, emiten ini pelan-pelan kelihatan masuk fase turnaround setelah beberapa tahun terakhir lebih banyak fokus belanja besar untuk proyek-proyeknya.
Cerita besarnya ada di dua mesin utama: emas dan nikel. Dari sisi emas, proyek Tambang Emas Pani akhirnya masuk fase produksi awal di awal 2026. Ini cukup krusial, karena sebelumnya proyek ini hanya jadi cerita pipeline yang butuh waktu dan dana besar. Sekarang, dengan sudah adanya produksi perdana dan penjualan awal, Pani mulai berpotensi jadi sumber cash flow baru buat MDKA. Target produksinya pun nggak kecil, bisa tembus di atas 100 ribu ounces per tahun kalau semuanya berjalan sesuai rencana.
Di sisi lain, bisnis nikel lewat anak usaha mereka juga lagi ngegas. Produksi bijih, baik saprolit maupun limonit, meningkat signifikan secara tahunan. Ini menunjukkan bahwa strategi hilirisasi dan integrasi yang mereka bangun mulai “kena”. Jadi bukan cuma jual bahan mentah, tapi masuk lebih dalam ke rantai nilai—yang biasanya berarti margin lebih tebal kalau eksekusinya rapi.
Menariknya, kombinasi dua lini bisnis ini mulai tercermin di kinerja. Margin yang sebelumnya sempat tertekan sekarang mulai membaik, baik dari emas maupun nikel. Ini yang bikin banyak analis mulai lebih percaya diri melihat MDKA bukan lagi sekadar “story stock”, tapi mulai masuk ke fase monetisasi aset.
Dari sisi analis, sentimennya juga cenderung positif. Beberapa sekuritas masih mempertahankan rekomendasi buy dengan target harga di kisaran Rp3.000-an. Bahkan ada yang mulai revisi naik targetnya setelah melihat progres Pani yang lebih cepat dari ekspektasi. Narasi besarnya sederhana: selama proyek-proyek ini berhasil mencapai kapasitas optimal, potensi re-rating saham masih terbuka.
Kalau ditarik ke konteks yang lebih luas, momentum MDKA juga didukung kondisi harga komoditas. Emas masih relatif kuat di tengah ketidakpastian global, sementara nikel mulai menunjukkan tanda-tanda stabil setelah sempat volatile. Buat emiten seperti MDKA, ini penting karena harga komoditas sangat menentukan profitabilitas.
Tapi ya tetap, ini bukan cerita tanpa risiko. Eksekusi proyek tambang itu kompleks, butuh disiplin tinggi, dan sensitif terhadap banyak faktor—mulai dari teknis operasional sampai regulasi. Jadi walaupun ceritanya mulai membaik, pasar tetap akan “menagih bukti” dari realisasi kinerja ke depan.
Yang bakal jadi fokus investor selanjutnya cukup jelas: seberapa cepat Pani bisa ramp-up ke produksi penuh, bagaimana perkembangan proyek nikel seperti HPAL dan fasilitas pengolahan lainnya, serta update dari proyek besar lain seperti Tembaga Tujuh Bukit. Semua itu bakal jadi penentu apakah fase turnaround ini benar-benar sustain atau cuma sementara.
Sumber:
Press Release & Laporan Aktivitas Kuartal I-2026 PT Merdeka Copper Gold Tbk
Keterbukaan informasi Bursa Efek Indonesia (IDX)
Laporan riset analis (RHB Sekuritas, Panin Sekuritas, Bahana Sekuritas, Samuel Sekuritas)
Pemberitaan media finansial seperti Kontan dan Investor Daily