
Hari ini 07 April 2026, saham MAPI cukup bikin perhatian investor berkedut sedikit. Di tengah laporan keuangan yang sebenarnya ciamik, sahamnya malah turun sekitar ‑4,6% ke level Rp1.240 per saham. Bisa dibilang ini agak membingungkan kalau cuma lihat angka laba, karena ternyata laba bersih MAPI tahun 2025 naik lumayan signifikan, sekitar 26,2% YoY, mencapai lebih dari Rp2,2 triliun, dan penjualan bersihnya juga tumbuh +13,9% YoY ke Rp43,1 triliun. Bahkan di kuartal empat 2025, laba melonjak sampai hampir 83% YoY! Ini jelas menunjukkan kalau MAPI lagi kuat di sisi top-line dan berhasil mengatur biaya operasional dengan efisien.
Tapi, kenapa sahamnya malah turun? Nah, ini biasanya soal sentimen pasar yang nggak selalu sejalan sama laporan keuangan. IHSG secara umum juga lagi sedikit tertekan, turun ‑0,79%, dan banyak investor memilih ambil untung setelah beberapa pekan pasar bergerak naik. Jadi walaupun fundamental MAPI oke, tekanan jual secara teknis bikin sahamnya ikut terdorong turun.
Yang menarik, analis tetap optimis sama MAPI. Misalnya, Macquarie Sekuritas Indonesia mempertahankan rekomendasi Outperform dengan target harga Rp1.550. Mereka menilai kalau valuasi MAPI masih menarik dan pertumbuhan penjualan, plus margin, bisa terus terjaga. Strategi omnichannel dan portofolio merek yang kuat bikin perusahaan ini masih layak dipantau buat jangka menengah.
Selain itu, ada sisi menarik lainnya. Walaupun rupiah sempat melemah, margin kotor MAPI tetap tembus 41%, jadi manajemen terlihat jago mengatur biaya dan menjaga profitabilitas. Ini tentu bikin investor percaya kalau bisnis mereka tahan banting meski ada fluktuasi eksternal.
Ke depan, yang bikin trader penasaran adalah hasil kuartal pertama 2026, performa segmen ritel premium, serta dampak musim belanja Lebaran terhadap penjualan. Semua ini bakal jadi indikator penting buat melihat apakah MAPI bisa balik lagi ke tren positif, atau masih kena tekanan pasar. Jadi meski hari ini agak terseret aksi jual, peluangnya masih terbuka lebar, tinggal siapa yang siap memanfaatkan momen.
Sumber:
id.investing.com
indopremier.com
emitennews.com