Skip to content
  • Hubungi Kami
  • Tentang Kami

Bursa Terkini

Kabar Bursa Saham Terkini

  • Home
  • Berita Emiten
  • Toggle search form

Saham MAPI Terkoreksi Meski Laba Melonjak, Apa Sih yang Sebenarnya Terjadi?

Posted on April 7, 2026 By V. Theresia No Comments on Saham MAPI Terkoreksi Meski Laba Melonjak, Apa Sih yang Sebenarnya Terjadi?
  • Saham MAPI turun 4,6% meski laba bersih 2025 melonjak 26,2% YoY, karena tekanan jual teknis dan IHSG melemah.
  • Analis Macquarie Sekuritas tetap optimis, mempertahankan rekomendasi Outperform dengan target harga Rp1.550, didukung strategi omnichannel dan portofolio merek kuat.
  • Fokus investor ke depan: hasil kuartal I 2026, performa segmen ritel premium, dan dampak musim belanja Lebaran terhadap penjualan.

Hari ini 07 April 2026, saham MAPI cukup bikin perhatian investor berkedut sedikit. Di tengah laporan keuangan yang sebenarnya ciamik, sahamnya malah turun sekitar ‑4,6% ke level Rp1.240 per saham. Bisa dibilang ini agak membingungkan kalau cuma lihat angka laba, karena ternyata laba bersih MAPI tahun 2025 naik lumayan signifikan, sekitar 26,2% YoY, mencapai lebih dari Rp2,2 triliun, dan penjualan bersihnya juga tumbuh +13,9% YoY ke Rp43,1 triliun. Bahkan di kuartal empat 2025, laba melonjak sampai hampir 83% YoY! Ini jelas menunjukkan kalau MAPI lagi kuat di sisi top-line dan berhasil mengatur biaya operasional dengan efisien.

Tapi, kenapa sahamnya malah turun? Nah, ini biasanya soal sentimen pasar yang nggak selalu sejalan sama laporan keuangan. IHSG secara umum juga lagi sedikit tertekan, turun ‑0,79%, dan banyak investor memilih ambil untung setelah beberapa pekan pasar bergerak naik. Jadi walaupun fundamental MAPI oke, tekanan jual secara teknis bikin sahamnya ikut terdorong turun.

Yang menarik, analis tetap optimis sama MAPI. Misalnya, Macquarie Sekuritas Indonesia mempertahankan rekomendasi Outperform dengan target harga Rp1.550. Mereka menilai kalau valuasi MAPI masih menarik dan pertumbuhan penjualan, plus margin, bisa terus terjaga. Strategi omnichannel dan portofolio merek yang kuat bikin perusahaan ini masih layak dipantau buat jangka menengah.

Selain itu, ada sisi menarik lainnya. Walaupun rupiah sempat melemah, margin kotor MAPI tetap tembus 41%, jadi manajemen terlihat jago mengatur biaya dan menjaga profitabilitas. Ini tentu bikin investor percaya kalau bisnis mereka tahan banting meski ada fluktuasi eksternal.

Ke depan, yang bikin trader penasaran adalah hasil kuartal pertama 2026, performa segmen ritel premium, serta dampak musim belanja Lebaran terhadap penjualan. Semua ini bakal jadi indikator penting buat melihat apakah MAPI bisa balik lagi ke tren positif, atau masih kena tekanan pasar. Jadi meski hari ini agak terseret aksi jual, peluangnya masih terbuka lebar, tinggal siapa yang siap memanfaatkan momen.

Sumber:

id.investing.com
indopremier.com
emitennews.com

IDX:MAPI, Pasar Saham

Post navigation

Previous Post: Green Era Pangkas Saham BREN, Likuiditas Jadi Fokus Utama
Next Post: ICBP Kembali Menyesuaikan Arah, Investor Hati-hati Menyusul Panduan 2026

Related Posts

Saham CBDK Bersiap Bergerak di Premarket Usai Update Prapenjualan dan Prospek Kawasan PIK 2 IDX:CBDK
BUMI Naik Tipis di Tengah Tekanan, Sinyal Balik Arah atau Sekadar Rebound? IDX:BUMI
Saham WBSA Melonjak 34,52% di Hari Debut, Euforia IPO Angkat Emiten Logistik Baru IDX:WBSA
GOTO Masih Jadi Perhatian Pasar, Investor Tunggu Langkah Selanjutnya IDX:GOTO
INKP Bergerak Fluktuatif Usai Prospek Laba Direvisi Naik, Analis Tetap Rekomendasikan Buy IDX:INKP
Saham CNMA Bergerak Tipis di Tengah Sentimen Buyback dan Ekspansi Bioskop Cinema XXI IDX:CNMA

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Copyright © 2026 Bursa Terkini.

Add as a preferred source on Google
Add as preferred source on Google

Powered by
►
Necessary cookies enable essential site features like secure log-ins and consent preference adjustments. They do not store personal data.
None
►
Functional cookies support features like content sharing on social media, collecting feedback, and enabling third-party tools.
None
►
Analytical cookies track visitor interactions, providing insights on metrics like visitor count, bounce rate, and traffic sources.
None
►
Advertisement cookies deliver personalized ads based on your previous visits and analyze the effectiveness of ad campaigns.
None
►
Unclassified cookies are cookies that we are in the process of classifying, together with the providers of individual cookies.
None
Powered by