Skip to content
  • Hubungi Kami
  • Tentang Kami

Bursa Terkini

Kabar Bursa Saham Terkini

  • Home
  • Berita Emiten
  • Toggle search form

Emiten Grup Djarum IBST Siap Tinggalkan BEI, Aksi Go Private Picu Sorotan Pasar

Posted on April 22, 2026 By V. Theresia No Comments on Emiten Grup Djarum IBST Siap Tinggalkan BEI, Aksi Go Private Picu Sorotan Pasar
  • IBST berencana delisting dari BEI setelah free float sangat kecil, sebagai bagian strategi Grup Djarum untuk go private.
  • Pemegang saham pengendali menawarkan tender offer Rp5.400/saham, di bawah harga terakhir sebelum suspensi.
  • Pasar kini menunggu RUPSLB, jadwal tender offer, dan timeline resmi delisting sebagai katalis berikutnya.

Kalau kamu lagi ngikutin saham-saham di Bursa Efek Indonesia, kabar dari PT Inti Bangun Sejahtera Tbk (IBST) ini cukup menarik perhatian. Emiten yang masih satu grup dengan Djarum ini dikabarkan lagi siap-siap cabut dari bursa alias delisting. Buat investor ritel, langkah ini jelas bikin mikir ulang: mau ikut tender offer atau tetap pegang saham yang nantinya jadi perusahaan tertutup?

Cerita ini sebenarnya bukan muncul tiba-tiba. Sejak IBST diakuisisi oleh Iforte (anak usaha dari Sarana Menara Nusantara/TOWR), kepemilikan publiknya makin tipis. Free float-nya bahkan tinggal sekitar 0,05%, jauh di bawah ketentuan minimum BEI. Jadi, dari sisi regulasi dan efisiensi, wajar kalau manajemen akhirnya memilih jalur go private.

Nah, sebagai bagian dari proses delisting ini, pemegang saham pengendali menawarkan tender offer di harga Rp5.400 per saham. Menariknya, harga ini justru di bawah harga terakhir IBST sebelum disuspensi yang sempat ada di kisaran Rp8.475. Di sinilah dilema investor muncul. Secara historis mungkin masih oke, tapi kalau lihat harga terakhir, rasanya agak “nanggung”.

Sebelum suspensi sendiri, saham IBST sempat naik cukup kencang. Banyak yang menduga sudah ada spekulasi pasar soal aksi korporasi ini. Tapi begitu rencana delisting diumumkan, permainan berubah. Sekarang bukan lagi soal capital gain jangka pendek, tapi keputusan strategis: keluar sekarang atau ikut perjalanan perusahaan sebagai entitas privat.

Dari sisi analis, memang belum banyak update terbaru soal IBST karena statusnya yang sudah disuspensi dan arahnya yang jelas mau keluar dari bursa. Tapi kalau lihat sektor menara secara umum, saham induknya seperti TOWR masih cukup disukai analis. Biasanya mereka melihat konsolidasi aset dan efisiensi belanja modal sebagai katalis utama. Jadi, langkah IBST ini bisa dibilang bagian dari strategi besar grup, bukan sekadar keputusan berdiri sendiri.

Kalau ditarik ke gambaran pasar yang lebih luas, kondisi IHSG belakangan juga lagi agak tertekan. Indeks sempat melemah sekitar 0,4%-an, seiring sentimen global yang masih fluktuatif. Jadi, kasus IBST ini lebih ke cerita spesifik emiten, bukan karena kondisi pasar secara keseluruhan.

Ke depan, ada beberapa hal yang bakal jadi perhatian pelaku pasar. Yang paling dekat tentu hasil RUPSLB untuk minta restu delisting, lalu detail jadwal tender offer, dan timeline resmi penghapusan saham dari BEI. Selain itu, investor juga bakal ngelihat apakah langkah ini bakal diikuti oleh entitas lain di Grup Djarum.

Kalau kamu pegang saham IBST, ini momen yang cukup krusial. Keputusan yang diambil sekarang bakal menentukan arah investasi kamu ke depan, apakah mau exit dengan harga tender atau tetap bertahan di perusahaan yang tidak lagi diperdagangkan di pasar publik.

Sumber:
Keterbukaan informasi BEI, laporan media Katadata, Kontan, Investing, dan IDN Financials terkait rencana delisting IBST serta pergerakan pasar terbaru.

Berita Emiten, IDX:IBST

Post navigation

Previous Post: Permintaan Hunian Masih Lesu, Laba Pakuwon Jati (PWON) 2026 Terancam Layu Meski Ditopang Pendapatan Sewa
Next Post: DKFT Menguat di Awal Sesi Usai Sentimen Kinerja dan Prospek Nikel

Related Posts

TBIG Cetak Pertumbuhan Laba 2025, Stabil di Tengah Konsolidasi Industri Telekomunikasi Berita Emiten
MPPA Lepas Anak Usaha Rp 61,64 Miliar, Strategi Restrukturisasi Jadi Sorotan Pasar Berita Emiten
Saham RMKE Makin Bersinar, Lonjakan Harga Batu Bara dan Aturan Baru Angkutan Jadi Pemicu Berita Emiten
Terbang Rendah GIAA Dihantam Kerugian Besar Sepanjang 2025 Berita Emiten
Laba Medco Energi (MEDC) Tergerus 72,48% pada 2025, Tekanan Harga Energi dan Beban Non-Kas Jadi Biang Keladi Berita Emiten
Green Era Pangkas Saham BREN, Likuiditas Jadi Fokus Utama Berita Emiten

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Copyright © 2026 Bursa Terkini.

Powered by
►
Necessary cookies enable essential site features like secure log-ins and consent preference adjustments. They do not store personal data.
None
►
Functional cookies support features like content sharing on social media, collecting feedback, and enabling third-party tools.
None
►
Analytical cookies track visitor interactions, providing insights on metrics like visitor count, bounce rate, and traffic sources.
None
►
Advertisement cookies deliver personalized ads based on your previous visits and analyze the effectiveness of ad campaigns.
None
►
Unclassified cookies are cookies that we are in the process of classifying, together with the providers of individual cookies.
None
Powered by