- Saham BMRI naik tipis sekitar +0,65% di awal sesi 22 April 2026, didorong sentimen positif dari kinerja kuartal I-2026.
- Laba tumbuh dua digit, analis tetap rekomendasikan “buy” dengan target harga di kisaran Rp6.000–Rp6.400.
- Pergerakan masih dipengaruhi kondisi IHSG dan sentimen global, tapi BMRI tetap menarik sebagai saham defensif dengan potensi dividen.

Kalau kamu lagi mantau saham perbankan, khususnya BMRI, pembukaan pasar hari ini, Rabu 22 April 2026, bisa dibilang cukup menarik buat dicermati. Di awal sesi perdagangan, saham PT Bank Mandiri (Persero) Tbk langsung bergerak naik tipis sekitar +0,65% ke area Rp4.650, setelah sebelumnya ditutup di Rp4.620. Pergerakannya juga cukup aktif di rentang Rp4.620 sampai Rp4.680, yang biasanya jadi sinyal kalau ada minat beli yang mulai masuk sejak pagi.
Sentimen utama yang mendorong kenaikan ini datang dari rilis kinerja kuartal I-2026 yang terbilang solid. Dari laporan keuangan yang dipublikasikan lewat Bursa Efek Indonesia, Bank Mandiri berhasil mencatat pertumbuhan laba bersih dua digit. Kinerja ini ditopang oleh penyaluran kredit yang tetap tumbuh sehat dan kontribusi fee-based income yang makin kuat. Buat investor, ini jadi indikasi kalau fundamental BMRI masih cukup tahan banting meskipun kondisi global lagi penuh ketidakpastian.
Menariknya, respon analis juga cenderung positif. Beberapa sekuritas masih mempertahankan rating “buy” untuk BMRI, bahkan ada yang menaikkan target harga ke kisaran Rp6.000–Rp6.400. Artinya, dari level sekarang, masih ada potensi upside yang lumayan. Konsensus pasar pun masih menempatkan BMRI sebagai salah satu saham bank besar yang layak dikoleksi, terutama buat investor yang cari kombinasi antara pertumbuhan dan stabilitas.
Tapi tentu saja, pergerakan saham nggak berdiri sendiri. Di waktu yang sama, IHSG juga terlihat bergerak fluktuatif di awal sesi, walaupun cenderung menguat tipis. Investor masih wait and see terhadap arah suku bunga global dan pergerakan rupiah. Ditambah lagi, aliran dana asing yang masih selektif bikin pergerakan pasar jadi agak “nanggung” di beberapa sektor.
Meski begitu, saham bank besar seperti BMRI biasanya punya daya tarik tersendiri. Selain fundamentalnya kuat, faktor dividen juga sering jadi alasan kenapa investor tetap bertahan atau bahkan nambah posisi. Dalam kondisi pasar yang volatil, saham seperti ini sering dianggap sebagai “safe haven”-nya versi lokal.
Ke depan, ada beberapa hal yang bakal jadi perhatian pelaku pasar. Selain kelanjutan kinerja di kuartal berikutnya, investor juga akan menunggu kepastian soal dividen dan bagaimana strategi Bank Mandiri dalam mendorong pertumbuhan, terutama dari sisi digital banking. Di sisi makro, arah kebijakan Bank Indonesia soal suku bunga juga bakal sangat menentukan sentimen sektor perbankan.
Jadi kalau dilihat secara keseluruhan, pembukaan perdagangan hari ini kasih gambaran kalau BMRI masih punya daya tarik. Memang pergerakan intraday masih bisa berubah sampai penutupan nanti, tapi dengan kombinasi kinerja yang solid dan dukungan analis, saham ini tetap masuk radar banyak investor.
Sumber:
Keterbukaan informasi Bursa Efek Indonesia (IDX), laporan keuangan PT Bank Mandiri (Persero) Tbk kuartal I-2026, serta riset analis dari berbagai sekuritas.