Skip to content
  • Hubungi Kami
  • Tentang Kami

Bursa Terkini

Kabar Bursa Saham Terkini

  • Home
  • Berita Emiten
  • Toggle search form

Bisnis Sempat Tertekan di 2025, Saham AYAM Berpotensi Rebound Saat Ramadan dan Lebaran

Posted on March 19, 2026 By V. Theresia No Comments on Bisnis Sempat Tertekan di 2025, Saham AYAM Berpotensi Rebound Saat Ramadan dan Lebaran
  • Kinerja sektor poultry, termasuk saham AYAM, sempat tertekan sepanjang 2025 akibat harga ayam lemah dan biaya pakan tinggi.
  • Momentum Ramadan dan Lebaran 2026 diperkirakan mendorong lonjakan permintaan, sehingga berpotensi mengangkat penjualan dan margin emiten.
  • Analis melihat peluang pemulihan sektor, namun tetap mewaspadai risiko dari harga pakan dan daya beli masyarakat.
Kalau kamu mengikuti sektor saham poultry di Bursa Efek Indonesia, cerita sepanjang 2025 kemarin bisa dibilang cukup berat. Emiten-emiten ayam seperti AYAM sempat kena tekanan dari berbagai arah—mulai dari harga livebird yang fluktuatif, biaya pakan yang naik, sampai daya beli masyarakat yang belum sepenuhnya pulih. Kombinasi ini bikin margin tertekan dan kinerja keuangan jadi kurang menggigit.

Tapi memasuki 2026, ceritanya mulai berubah. Ada satu momentum klasik yang hampir selalu jadi penyelamat sektor ini: Ramadan dan Lebaran. Setiap tahun, permintaan daging ayam biasanya naik signifikan karena konsumsi rumah tangga meningkat. Dari yang awalnya biasa saja, tiba-tiba permintaan melonjak karena kebutuhan berbuka puasa, sahur, sampai persiapan hari raya.

Nah, kondisi ini yang sekarang mulai dilirik lagi oleh investor. Saham-saham poultry, termasuk AYAM, mulai punya potensi untuk rebound. Bukan karena tiba-tiba fundamental berubah drastis, tapi lebih karena ada dorongan musiman yang cukup kuat dan cukup konsisten terjadi tiap tahun.

Beberapa analis bahkan sudah mulai meng-highlight potensi ini. Mereka melihat bahwa kuartal pertama 2026 bisa jadi titik balik untuk sektor unggas, dengan pertumbuhan laba yang diperkirakan mulai pulih. Permintaan yang naik selama Ramadan biasanya membantu mendorong volume penjualan sekaligus menjaga harga ayam tetap stabil, bahkan cenderung naik.

Kalau harga ayam hidup bisa naik ke kisaran yang lebih sehat, otomatis margin emiten juga ikut terdorong. Ini penting, karena salah satu masalah besar di 2025 adalah harga jual yang tidak cukup kuat untuk menutup biaya produksi, terutama pakan yang harganya masih tinggi.

Menariknya lagi, sentimen positif ini tidak hanya terbatas di AYAM. Saham-saham besar seperti CPIN, JPFA, dan MAIN juga ikut dapat perhatian dari analis, dengan beberapa rekomendasi “buy” dan target harga yang cukup optimistis. Artinya, ada keyakinan bahwa sektor ini secara keseluruhan memang sedang menuju fase pemulihan, meskipun mungkin belum sepenuhnya stabil.

Di tengah kondisi pasar yang masih penuh ketidakpastian global, sektor poultry justru punya karakter defensif yang cukup menarik. Ketika banyak sektor lain tergantung pada ekspor atau kondisi makro global, konsumsi ayam di Indonesia lebih banyak ditopang oleh permintaan domestik. Selama masyarakat masih makan ayam—dan faktanya konsumsi protein hewani terus meningkat—sektor ini tetap punya pondasi yang kuat.

Walaupun begitu, bukan berarti semuanya tanpa risiko. Harga bahan baku pakan seperti soybean meal masih jadi faktor krusial. Kalau tiba-tiba naik lagi, margin bisa kembali tertekan. Belum lagi kalau ada perubahan kebijakan impor atau gangguan supply chain. Jadi, meskipun prospeknya terlihat cerah, tetap ada hal-hal yang perlu diwaspadai.

Selain itu, investor juga perlu memperhatikan bagaimana daya beli masyarakat selama Ramadan tahun ini. Kalau konsumsi benar-benar kuat, efeknya ke penjualan akan terasa langsung. Tapi kalau ternyata masih tertahan, potensi kenaikan mungkin tidak sebesar yang diharapkan.

Di tengah semua itu, pergerakan IHSG juga tetap jadi backdrop penting. Kalau pasar secara keseluruhan sedang volatile karena sentimen global, saham-saham poultry mungkin tetap naik, tapi pergerakannya bisa jadi tidak seagresif yang diharapkan.

Akhirnya, yang sekarang ditunggu pasar adalah realisasi kinerja kuartal I 2026. Di situlah akan kelihatan apakah momentum Ramadan benar-benar berhasil mengangkat penjualan dan laba. Selain itu, perkembangan harga pakan dan kebijakan pemerintah juga akan jadi faktor penentu berikutnya.

Jadi, buat kamu yang lagi mengamati saham AYAM atau sektor poultry secara umum, ini bisa jadi momen yang menarik. Bukan tanpa risiko, tapi jelas ada cerita pemulihan yang mulai terbentuk—dan Ramadan sering jadi titik awalnya.

Sumber: Kontan, Liputan6, TradingView, laporan riset analis sekuritas, serta publikasi industri unggas Indonesia.

Berita Emiten, IDX:AYAM

Post navigation

Previous Post: JIIPE Gresik Diserbu Investor, AKRA Nikmati Lonjakan Laba
Next Post: BBCA Siap Tebar Dividen Tiga Kali pada 2026, Saatnya Koleksi atau Tunggu Dulu?

Related Posts

Perintis Triniti (TRIN) Siapkan Akuisisi Strategis, Bidik Penguatan Recurring Income di Tengah Dinamika Pasar Berita Emiten
Harta Djaya Karya (MEJA) Tebar Saham Bonus 6:1, Aksi Korporasi Dongkrak Likuiditas di Tengah Dinamika Pasar Berita Emiten
RMKE Resmi Terbitkan Obligasi Rp 600 Miliar, Strategi Ekspansi atau Sinyal Kepercayaan Diri? Berita Emiten
JIIPE Gresik Diserbu Investor, AKRA Nikmati Lonjakan Laba Berita Emiten
Metropolitan Land (MTLA) Bidik Okupansi Hotel 85%, Andalkan Momentum Lebaran dan Ekspansi Portofolio Berita Emiten
Penjualan Melonjak, Laba SSMS Melejit 41,6% di 2025 di Tengah Sentimen Positif Sawit Berita Emiten

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Copyright © 2026 Bursa Terkini.

Powered by
►
Necessary cookies enable essential site features like secure log-ins and consent preference adjustments. They do not store personal data.
None
►
Functional cookies support features like content sharing on social media, collecting feedback, and enabling third-party tools.
None
►
Analytical cookies track visitor interactions, providing insights on metrics like visitor count, bounce rate, and traffic sources.
None
►
Advertisement cookies deliver personalized ads based on your previous visits and analyze the effectiveness of ad campaigns.
None
►
Unclassified cookies are cookies that we are in the process of classifying, together with the providers of individual cookies.
None
Powered by