- Saham SOCI turun 6,27% setelah laba bersih 2025 anjlok lebih dari 55%, memicu tekanan jual di pasar.
- Penurunan laba dipengaruhi faktor non-kas dari penjualan kapal tua, sementara kinerja operasional masih relatif stabil.
- Investor kini menunggu katalis baru seperti penambahan armada dan perbaikan tarif sewa kapal global.

Kalau kamu sempat mantengin pergerakan saham pelayaran akhir-akhir ini, cerita dari PT Soechi Lines Tbk (SOCI) lagi cukup menarik buat dibahas santai. Di sesi perdagangan reguler Jumat, 3 April 2026, saham SOCI tiba-tiba melemah cukup dalam, turun sekitar 6,27% ke level Rp478. Buat sebagian investor, ini mungkin terlihat seperti sinyal bahaya. Tapi kalau ditarik lebih dalam, ceritanya nggak sesederhana itu.
Penurunan ini muncul setelah SOCI merilis laporan keuangan tahun buku 2025. Yang langsung bikin pasar bereaksi adalah penurunan laba bersih yang cukup tajam, yaitu turun lebih dari 55% secara tahunan menjadi sekitar USD7,6 juta. Angka ini jelas kontras dibanding tahun sebelumnya yang masih di atas USD17 juta. Wajar kalau banyak pelaku pasar langsung ambil posisi defensif atau bahkan jualan.
Tapi kalau cuma berhenti di angka laba bersih, kita bisa salah paham. Ada satu faktor penting yang sebenarnya cukup krusial, yaitu kerugian non-kas dari pelepasan dua kapal tua. Ini bukan kerugian operasional murni, melainkan bagian dari strategi perusahaan buat meremajakan armada. Dalam bisnis pelayaran, ini hal yang cukup umum—kapal tua dijual, diganti dengan yang lebih efisien dan punya potensi margin lebih baik ke depan.
Menariknya, kalau kita lihat dari sisi operasional, performa SOCI sebenarnya masih cukup solid. EBITDA mereka justru naik tipis sekitar 2,6% menjadi USD62,9 juta. Artinya, bisnis inti mereka masih jalan dengan cukup baik. Tingkat utilisasi armada juga ada di kisaran 86%, yang menunjukkan bahwa kapal-kapal mereka masih cukup banyak digunakan dan permintaan jasa mereka relatif stabil.
Di sinilah biasanya pasar sering “overreact”. Banyak yang fokus ke bottom line tanpa benar-benar melihat konteks di baliknya. Padahal, langkah peremajaan armada ini bisa jadi fondasi penting buat pertumbuhan jangka panjang. Kapal yang lebih baru biasanya lebih hemat bahan bakar, biaya maintenance lebih rendah, dan lebih kompetitif di pasar global.
Dari sisi analis, belum ada perubahan besar dalam rekomendasi atau target harga dalam waktu dekat. Beberapa sekuritas seperti Phintraco dan Philip Sekuritas masih melihat SOCI lebih cocok untuk trading jangka pendek dibanding investasi jangka panjang saat ini. Artinya, saham ini masih dianggap menarik, tapi dengan pendekatan yang lebih taktis.
Kalau ditarik ke kondisi pasar yang lebih luas, pergerakan SOCI juga nggak berdiri sendiri. IHSG sendiri sedang dalam fase yang cenderung fluktuatif, dengan sentimen global yang masih campur aduk. Sektor pelayaran, apalagi yang terkait energi seperti SOCI, juga sangat sensitif terhadap harga minyak dunia dan permintaan logistik global. Jadi wajar kalau volatilitasnya cukup tinggi.
Buat kamu yang suka saham dengan karakter “high risk high return”, SOCI sebenarnya masih punya daya tarik. Saham ini dikenal cukup volatile—bisa naik cepat, tapi juga bisa terkoreksi dalam waktu singkat. Dalam beberapa bulan terakhir saja, pergerakannya cukup aktif dengan fase kenaikan dan koreksi yang silih berganti.
Ke depan, ada beberapa hal yang layak banget untuk dipantau. Salah satunya adalah realisasi penambahan armada baru sebagai bagian dari strategi peremajaan tadi. Selain itu, perkembangan tarif sewa kapal tanker global juga bakal sangat berpengaruh ke kinerja mereka. Kalau tarif membaik, margin bisa ikut terdongkrak.
Pada akhirnya, cerita SOCI ini lebih ke soal timing dan perspektif. Kalau kamu tipe investor jangka pendek, volatilitas seperti ini bisa jadi peluang. Tapi kalau kamu lebih long-term, mungkin perlu sabar menunggu sampai strategi perusahaan mulai benar-benar tercermin di kinerja laba.
Sumber:
Laporan keuangan dan keterbukaan informasi PT Soechi Lines Tbk (BEI)
Investing.com Indonesia
Stockbit data perdagangan saham
Bloomberg Technoz (rekomendasi analis)
Medcom.id (pergerakan IHSG)