Skip to content
  • Hubungi Kami
  • Tentang Kami

Bursa Terkini

Kabar Bursa Saham Terkini

  • Home
  • Berita Emiten
  • Toggle search form

WIKA Rugi Rp9,7 Triliun, Masih Berjuang Keluar dari Tekanan Utang

Posted on April 6, 2026 By V. Theresia No Comments on WIKA Rugi Rp9,7 Triliun, Masih Berjuang Keluar dari Tekanan Utang
  • WIKA masih mencatat rugi besar Rp9,7 triliun di 2025 akibat penurunan pendapatan dan beban utang yang tinggi.
  • Perbaikan operasional mulai terlihat, tapi tekanan dari bunga dan restrukturisasi masih membebani kinerja.
  • Investor menunggu katalis seperti keberhasilan restrukturisasi, proyek baru, dan dukungan pemerintah untuk pemulihan.
Kalau kamu lagi ngikutin saham BUMN karya, kabar terbaru dari WIKA ini cukup bikin geleng-geleng kepala. PT Wijaya Karya (Persero) Tbk masih harus menelan pil pahit setelah membukukan rugi jumbo hingga Rp9,7 triliun sepanjang 2025. Angka ini bukan cuma besar, tapi juga menunjukkan bahwa tekanan yang dihadapi perusahaan konstruksi pelat merah ini belum benar-benar reda.

Kalau ditarik sedikit ke belakang, kondisi ini sebenarnya bukan hal yang datang tiba-tiba. Dalam beberapa tahun terakhir, WIKA memang sudah berada dalam fase berat, terutama sejak pandemi yang bikin banyak proyek tersendat. Nah, di 2025 ini, situasinya makin terasa karena pendapatan ikut turun cukup dalam, dari sekitar Rp19 triliun jadi hanya Rp13 triliunan. Artinya, proyek yang jalan memang lebih sedikit, atau setidaknya realisasinya melambat.

Yang bikin kondisi makin berat, bukan cuma soal pendapatan yang turun. Beban perusahaan justru membengkak, terutama dari sisi non-operasional dan bunga utang. Ini cukup wajar sih, mengingat WIKA sebelumnya agresif dalam ekspansi proyek, yang akhirnya membuat struktur utangnya jadi berat. Jadi ketika pemasukan melemah, beban ini langsung terasa menekan.

Meski begitu, bukan berarti nggak ada sisi positif sama sekali. Kalau dilihat lebih dalam, operasional inti WIKA sebenarnya mulai menunjukkan tanda-tanda perbaikan. Margin kotor sempat membaik dan EBITDA operasional masih positif. Ini bisa diartikan bahwa bisnis intinya masih “hidup”, cuma memang tertahan oleh beban lama yang belum selesai dibereskan.

Di sinilah cerita restrukturisasi jadi penting banget. WIKA sekarang lagi fokus banget buat merapikan neraca keuangannya. Mulai dari negosiasi ulang utang, mempercepat penagihan piutang, sampai menjual aset yang nggak terlalu produktif. Sepanjang 2025, mereka bahkan sudah berhasil menurunkan sebagian utangnya, walaupun memang belum cukup untuk langsung bikin kondisi jadi sehat.

Kalau dari sudut pandang analis, banyak yang masih cukup hati-hati melihat saham ini. Beberapa sekuritas masih kasih rating yang cenderung konservatif, seperti “hold” atau bahkan “underperform”. Alasannya jelas, risiko masih tinggi dan pemulihan belum kelihatan solid. Apalagi sektor konstruksi BUMN secara umum juga lagi nggak dalam kondisi terbaik.

Di sisi lain, pergerakan pasar juga nggak banyak membantu. IHSG belakangan ini cukup fluktuatif, ditambah sentimen global yang bikin investor lebih selektif. Saham-saham konstruksi, termasuk WIKA, jadi agak kurang diminati karena dianggap masih penuh ketidakpastian.

Tapi buat investor yang suka spekulasi atau cari peluang turnaround, WIKA justru bisa jadi menarik. Kuncinya ada di beberapa hal ke depan. Misalnya, apakah restrukturisasi utangnya benar-benar berhasil, apakah proyek-proyek baru mulai masuk lagi, dan apakah ada dukungan tambahan dari pemerintah untuk sektor infrastruktur.

Selain itu, laporan keuangan kuartalan berikutnya juga bakal jadi sorotan. Kalau mulai ada tanda-tanda perbaikan yang konsisten, sentimen pasar bisa berubah cukup cepat. Ditambah lagi kalau WIKA berhasil jual aset atau menurunkan beban bunga secara signifikan, itu bisa jadi katalis besar.

Jadi sekarang posisi WIKA ini ibarat lagi di persimpangan jalan. Di satu sisi, tekanan masih besar dan risiko belum hilang. Tapi di sisi lain, ada peluang untuk bangkit kalau strategi penyehatan yang dijalankan benar-benar berhasil. Tinggal tunggu waktu, apakah ini jadi cerita recovery… atau justru berlanjut jadi tekanan yang lebih panjang.

Sumber:
Laporan keuangan PT Wijaya Karya (Persero) Tbk 2025 (keterbukaan informasi BEI), riset Indo Premier Sekuritas, data pasar dari Investing.com, serta laporan dan ulasan analis yang dirangkum dari Investor.id dan Kumparan.

Berita Emiten, IDX:WIKA

Post navigation

Previous Post: Laba Makin Sehat, Bisnis Obat Resep Kalbe Farma Jadi Mesin Pertumbuhan
Next Post: Lonjakan Harga Nikel Bikin Laba INCO Melesat, Ini Ceritanya

Related Posts

BBNI Siap Lunasi Global Bond US$500 Juta, Investor Soroti Strategi Pendanaan Bank Pelat Merah Berita Emiten
Laba Makin Sehat, Bisnis Obat Resep Kalbe Farma Jadi Mesin Pertumbuhan Berita Emiten
Agresif di 5G dan B2B, Saatnya EXCL Bangkit atau Justru Tertekan? Berita Emiten
Saham ADRO Masih Layak Koleksi? Analis Buka-Bukaan Soal Potensi dan Risiko Berita Emiten
Di Balik Lahirnya BRIS, Apa Strategi, Pertumbuhan dan Harapan Investor Berita Emiten
RMKE Resmi Terbitkan Obligasi Rp 600 Miliar, Strategi Ekspansi atau Sinyal Kepercayaan Diri? Berita Emiten

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Copyright © 2026 Bursa Terkini.

Powered by
►
Necessary cookies enable essential site features like secure log-ins and consent preference adjustments. They do not store personal data.
None
►
Functional cookies support features like content sharing on social media, collecting feedback, and enabling third-party tools.
None
►
Analytical cookies track visitor interactions, providing insights on metrics like visitor count, bounce rate, and traffic sources.
None
►
Advertisement cookies deliver personalized ads based on your previous visits and analyze the effectiveness of ad campaigns.
None
►
Unclassified cookies are cookies that we are in the process of classifying, together with the providers of individual cookies.
None
Powered by