- TMAS menargetkan pendapatan Rp5,53 triliun pada 2026 melalui ekspansi armada dan pembukaan rute pelayaran baru.
- Perseroan menyiapkan capex Rp2,5 triliun untuk pembelian kapal, pengembangan infrastruktur logistik, dan proyek LNG hybrid.
- Investor menantikan realisasi ekspansi, kontribusi bisnis LNG, serta kemampuan TMAS mencapai target pertumbuhan pendapatan tahun ini.
PT Temas Tbk (TMAS) tampaknya tidak ingin berjalan santai di tahun 2026. Emiten pelayaran dan logistik ini memasang target pertumbuhan yang cukup ambisius dengan membidik pendapatan jasa mencapai Rp5,53 triliun sepanjang tahun. Target tersebut jauh lebih tinggi dibandingkan capaian tahun sebelumnya yang berada di kisaran Rp4,34 triliun.
Untuk mewujudkan target tersebut, TMAS menyiapkan strategi yang cukup agresif. Perusahaan mengalokasikan belanja modal atau capex sekitar Rp2,5 triliun yang akan digunakan untuk menambah armada kapal, melakukan peremajaan armada yang sudah ada, hingga memperkuat infrastruktur logistik. Langkah ini menunjukkan bahwa perusahaan melihat peluang pertumbuhan yang masih besar di sektor pelayaran domestik dan logistik nasional.
Ekspansi armada menjadi fokus utama karena kapasitas angkut yang lebih besar akan membuka peluang bagi perusahaan untuk melayani lebih banyak pelanggan dan rute. Tidak hanya itu, TMAS juga berencana memperluas jaringan pelayarannya melalui pembukaan rute-rute baru yang diharapkan dapat meningkatkan utilisasi kapal. Semakin tinggi tingkat keterisian kapal, semakin besar pula potensi pendapatan yang bisa dihasilkan perusahaan.
Menariknya, TMAS juga mulai mengarahkan investasi ke sektor yang lebih modern dan berkelanjutan. Salah satu proyek yang menjadi perhatian adalah pengembangan kapal LNG electric hybrid. Teknologi ini dinilai mampu meningkatkan efisiensi bahan bakar sekaligus mendukung tren industri maritim yang semakin fokus pada aspek lingkungan. Jika berjalan sesuai rencana, bisnis berbasis LNG ini mulai memberikan kontribusi pada kinerja perusahaan pada semester kedua 2026.
Dari sisi fundamental, posisi TMAS juga terlihat cukup solid. Pada tahun 2025 perusahaan berhasil mencatat pendapatan jasa sebesar Rp4,34 triliun dengan laba bersih mencapai sekitar Rp553 miliar. Total aset perusahaan pun meningkat menjadi lebih dari Rp5 triliun. Kinerja tersebut menjadi modal penting bagi perseroan untuk melanjutkan ekspansi tanpa memberikan tekanan berlebihan terhadap kondisi keuangannya.
Meski prospeknya terlihat menjanjikan, tantangan tetap ada. Industri pelayaran masih menghadapi berbagai faktor eksternal seperti fluktuasi harga bahan bakar, kondisi perdagangan global, hingga potensi gangguan rantai pasok internasional. Karena itu, keberhasilan strategi ekspansi TMAS tidak hanya bergantung pada penambahan kapal baru, tetapi juga kemampuan manajemen dalam menjaga efisiensi operasional dan tingkat utilisasi armada.
Bagi investor, tahun 2026 bisa menjadi periode yang menarik untuk mengamati perkembangan TMAS. Pasar akan mencermati seberapa cepat armada baru mulai beroperasi, bagaimana perkembangan bisnis LNG, serta apakah target pendapatan Rp5,53 triliun dapat direalisasikan. Jika seluruh rencana ekspansi berjalan sesuai jadwal, TMAS berpotensi memperkuat posisinya sebagai salah satu pemain utama di industri pelayaran dan logistik nasional.
Untuk saat ini, cerita TMAS bukan hanya soal menambah kapal atau membuka rute baru. Ini adalah upaya perusahaan membangun fondasi pertumbuhan jangka panjang di tengah meningkatnya kebutuhan logistik Indonesia. Dan jika strategi tersebut berhasil dieksekusi dengan baik, bukan tidak mungkin 2026 menjadi salah satu tahun terbaik dalam perjalanan bisnis perusahaan.
Sumber: Paparan Publik PT Temas Tbk (TMAS), Kontan, Antara, Financial Review, dan Suara.com.