Skip to content
  • Hubungi Kami
  • Tentang Kami

Bursa Terkini

Kabar Bursa Saham Terkini

  • Home
  • Berita Emiten
  • Toggle search form

SGER Bidik Laba Rp500 Miliar di 2026, Diversifikasi Jadi Kunci Pertumbuhan

Posted on June 4, 2026 By V. Theresia No Comments on SGER Bidik Laba Rp500 Miliar di 2026, Diversifikasi Jadi Kunci Pertumbuhan
  • SGER menargetkan laba bersih Rp500 miliar dan pendapatan Rp10 triliun pada 2026, didukung ekspansi bisnis serta kontrak ekspor batu bara ke Vietnam dan Bangladesh.
  • Diversifikasi menjadi fokus utama perseroan, termasuk pengembangan bisnis hidrogen peroksida, manganese ore, dan petroleum coke untuk mengurangi ketergantungan pada batu bara.
  • Investor menantikan sejumlah katalis penting, seperti operasional pabrik hidrogen peroksida pada kuartal III-2026 dan realisasi pertumbuhan laba dari lini bisnis baru.

PT Sumber Global Energy Tbk (SGER) tampaknya tidak ingin hanya bergantung pada bisnis batu bara untuk menopang pertumbuhan di masa depan. Di tengah tantangan industri batu bara yang semakin dinamis, perusahaan ini justru memasang target yang cukup ambisius untuk tahun 2026, yakni membukukan pendapatan hingga Rp10 triliun dan laba bersih sebesar Rp500 miliar.

Target tersebut menunjukkan optimisme manajemen terhadap prospek bisnis perseroan, terutama setelah berbagai langkah diversifikasi mulai menunjukkan perkembangan yang menjanjikan. Selama ini SGER dikenal sebagai perusahaan yang bergerak di bidang perdagangan batu bara, namun kini perusahaan mulai memperluas portofolio bisnisnya ke sektor-sektor lain yang dinilai memiliki potensi pertumbuhan tinggi.

Salah satu langkah yang paling menarik perhatian adalah pengembangan bisnis hidrogen peroksida melalui proyek PT Hidrogen Peroxida Indonesia. Proyek ini disebut telah mencapai progres pembangunan sekitar 97% dan ditargetkan mulai beroperasi secara komersial pada kuartal ketiga 2026. Jika berjalan sesuai rencana, pabrik tersebut dapat menjadi sumber pendapatan baru yang tidak bergantung langsung pada naik turunnya harga batu bara global.

Selain itu, SGER juga mulai masuk ke perdagangan manganese ore dan petroleum coke atau petcoke. Kedua komoditas ini dinilai memiliki prospek pasar yang cukup menarik, terutama karena permintaan dari sektor industri masih relatif kuat. Dengan menambah lini usaha baru, perusahaan berharap dapat menciptakan sumber pendapatan yang lebih beragam sekaligus memperkuat ketahanan bisnis dalam jangka panjang.

Meski melakukan diversifikasi, batu bara tetap menjadi tulang punggung bisnis SGER. Perseroan telah mengamankan sejumlah kontrak ekspor ke Vietnam dan Bangladesh, dua negara yang masih memiliki kebutuhan energi berbasis batu bara cukup besar. Di saat yang sama, anak usaha yang berbasis di Singapura dan Uni Emirat Arab juga terus didorong untuk mengikuti berbagai tender internasional guna memperluas jangkauan pasar ekspor.

Langkah ekspansi tersebut dilakukan di tengah kondisi pasar batu bara yang masih penuh tantangan. Harga batu bara global sepanjang tahun ini bergerak cukup fluktuatif seiring perlambatan permintaan dari beberapa negara Asia serta ketidakpastian ekonomi global. Situasi ini membuat banyak perusahaan batu bara mulai mencari sumber pertumbuhan baru agar tidak terlalu bergantung pada satu komoditas saja.

Dari sisi kinerja, SGER memang masih menghadapi tekanan. Pada kuartal pertama 2026, perusahaan membukukan pendapatan sekitar Rp2,5 triliun dengan laba bersih Rp76,8 miliar. Angka tersebut sedikit lebih rendah dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Namun manajemen optimistis kinerja akan membaik pada paruh kedua tahun ini, terutama setelah kontribusi dari kontrak-kontrak baru dan bisnis non-batu bara mulai terlihat.

Bagi investor, transformasi yang sedang dilakukan SGER menjadi cerita menarik untuk diikuti. Jika strategi diversifikasi berjalan mulus dan proyek hidrogen peroksida berhasil beroperasi sesuai jadwal, perusahaan berpeluang memiliki fondasi bisnis yang lebih kuat dan tidak terlalu rentan terhadap siklus komoditas batu bara. Tentu saja, pasar masih akan menunggu bukti nyata dari realisasi target-target tersebut, tetapi arah yang ditempuh perusahaan menunjukkan upaya serius untuk menciptakan pertumbuhan yang lebih berkelanjutan.

Dalam beberapa bulan ke depan, perhatian investor kemungkinan akan tertuju pada perkembangan operasional pabrik hidrogen peroksida, realisasi kontrak ekspor batu bara, ekspansi bisnis manganese ore dan petcoke, serta kemampuan perusahaan menjaga profitabilitas di tengah kondisi pasar komoditas yang masih berfluktuasi. Jika semua berjalan sesuai rencana, target laba Rp500 miliar pada 2026 bukanlah sesuatu yang mustahil untuk dicapai.

Sumber:

Keterbukaan informasi dan paparan publik PT Sumber Global Energy Tbk (SGER).
Kontan Investasi, laporan mengenai strategi diversifikasi dan prospek bisnis SGER.
RCTI+ News, laporan perkembangan proyek hidrogen peroksida dan target kinerja 2026.
IPOT News, laporan keuangan kuartal I-2026 SGER.
BCA Sekuritas, ulasan pasar terkait target laba dan prospek perseroan.
Investor.id, perkembangan harga batu bara global dan sentimen industri energi.

Berita Emiten, IDX:SGER

Post navigation

Previous Post: Dividen Kalbe Farma Turun, Tapi Prospek Bisnis KLBF Masih Terlihat Menjanjikan
Next Post: DNET Buka Suara Soal Penutupan Gerai Indomaret dan Isu Kopdes Merah Putih

Related Posts

Naik Kencang karena Rights Issue, RMKO Masih Uji Keyakinan Investor Berita Emiten
Dapat Suntikan Rp 4,9 Triliun, Apakah Saham Krakatau Steel Siap Bangkit? Berita Emiten
ANTM Ditekan Asing, Apakah Ini Kesempatan atau Sinyal Bahaya? Berita Emiten
BFIN Tambah Dua Komisaris Baru, Pasar Mulai Tebak Arah Baru Perseroan Berita Emiten
MEDC Makin Serius Garap Oman, Setelah 20 Tahun Kini Jadi Andalan Ekspansi Migas Berita Emiten
Bank Mega Tebar 11,74 Miliar Saham Bonus, Momentum Baru untuk Saham MEGA? Berita Emiten

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Copyright © 2026 Bursa Terkini.

Add as a preferred source on Google
Add as preferred source on Google

Powered by
►
Necessary cookies enable essential site features like secure log-ins and consent preference adjustments. They do not store personal data.
None
►
Functional cookies support features like content sharing on social media, collecting feedback, and enabling third-party tools.
None
►
Analytical cookies track visitor interactions, providing insights on metrics like visitor count, bounce rate, and traffic sources.
None
►
Advertisement cookies deliver personalized ads based on your previous visits and analyze the effectiveness of ad campaigns.
None
►
Unclassified cookies are cookies that we are in the process of classifying, together with the providers of individual cookies.
None
Powered by