- Saham MPMX naik pada perdagangan Jumat pagi didorong sentimen dividen tinggi dan mulai kembalinya minat investor ke sektor otomotif.
- Investor menilai prospek bisnis MPMX masih stabil berkat kombinasi bisnis distribusi kendaraan, pembiayaan, asuransi, dan rental kendaraan.
- Pasar kini menunggu katalis berikutnya dari kinerja semester I-2026, penjualan otomotif nasional, dan potensi ekspansi bisnis perseroan.

Saham-saham otomotif mulai kembali menarik perhatian pasar, dan salah satu nama yang cukup ramai diperhatikan pada perdagangan Jumat pagi ini adalah PT Mitra Pinasthika Mustika Tbk (MPMX). Setelah sempat bergerak cenderung datar dalam beberapa pekan terakhir, saham MPMX akhirnya menunjukkan tanda-tanda kebangkitan di awal sesi perdagangan reguler Jumat, 29 Mei 2026.
Pada perdagangan pagi, saham MPMX tercatat naik hampir 2% ke area Rp1.030. Kenaikan ini memang belum bisa disebut reli besar, tetapi cukup menarik karena terjadi di tengah kondisi pasar yang masih penuh kehati-hatian. Banyak investor terlihat mulai kembali mengoleksi saham dengan fundamental stabil dan dividend yield tinggi, dan MPMX masuk dalam kategori tersebut.
Salah satu alasan utama kenapa saham ini mulai dilirik lagi adalah faktor dividen. MPMX sebelumnya mengumumkan pembagian dividen tunai sebesar Rp170 per saham. Buat investor yang suka saham dengan pendapatan pasif rutin, angka ini tentu cukup menarik. Bahkan, di tengah kondisi suku bunga yang masih relatif tinggi, saham dengan dividen besar seperti MPMX biasanya punya daya tarik tersendiri.
Selain dividen, pasar juga mulai melihat prospek bisnis MPMX di 2026 yang masih cukup solid. Manajemen menargetkan pertumbuhan pendapatan sekitar 5% sampai 7% tahun ini. Memang bukan pertumbuhan agresif, tetapi di tengah industri otomotif yang sedang menghadapi tantangan perlambatan penjualan kendaraan nasional, target tersebut dianggap cukup realistis.
Kalau melihat model bisnisnya, MPMX sebenarnya punya sumber pendapatan yang cukup beragam. Tidak hanya bergantung pada distribusi motor Honda, perusahaan ini juga punya bisnis pembiayaan, asuransi, hingga rental kendaraan. Diversifikasi seperti ini membuat investor melihat MPMX sebagai saham yang relatif defensif dibanding emiten otomotif lain yang terlalu bergantung pada penjualan kendaraan baru.
Menariknya lagi, beberapa analis juga masih cukup optimistis terhadap saham ini. Sejumlah target harga analis bahkan berada di kisaran Rp1.450 hingga Rp1.575 per saham. Artinya, kalau dibanding posisi sekarang, masih ada ruang kenaikan yang cukup menarik. Faktor valuasi murah juga sering disebut sebagai alasan kenapa saham ini mulai kembali diperhatikan pasar.
Di sisi lain, tentu tetap ada risiko yang harus diperhatikan. Kondisi daya beli masyarakat masih menjadi tantangan utama sektor otomotif. Kalau penjualan kendaraan nasional terus melemah, tentu dampaknya bisa terasa ke bisnis distribusi dan pembiayaan MPMX. Belum lagi tekanan ekonomi global dan pergerakan suku bunga yang masih bisa memengaruhi sentimen pasar domestik.
Meski begitu, untuk sementara ini sentimen terhadap MPMX terlihat mulai membaik. Investor tampaknya mulai mencari saham dengan kombinasi fundamental stabil, dividen menarik, dan valuasi yang belum terlalu mahal. Dan sejauh ini, MPMX masih memenuhi ketiga kriteria tersebut.
Ke depan, pasar akan terus memantau realisasi kinerja semester pertama 2026, perkembangan penjualan otomotif nasional, hingga kemungkinan ekspansi bisnis baru dari perseroan. Kalau kinerja laba tetap terjaga dan dividen konsisten, bukan tidak mungkin saham ini bisa kembali masuk radar utama investor sektor otomotif tahun ini.
Sumber:
Investing.com
TradingView
Laporan dan paparan publik PT Mitra Pinasthika Mustika Tbk (MPMX)
Simply Wall St
Ajaib Sekuritas