- CMRY akan membagikan dividen tunai sekitar Rp793 miliar (Rp100 per saham), mencerminkan kinerja laba yang solid di 2025.
- Rasio pembayaran dividen tinggi (~78%) menunjukkan arus kas kuat sekaligus komitmen perusahaan kepada investor.
- Ke depan, pasar menunggu katalis dari kinerja kuartal I 2026 dan strategi ekspansi untuk menjaga pertumbuhan.
Kalau kamu lagi ngincar saham yang rajin bagi cuan ke investor, nama PT Cisarua Mountain Dairy Tbk (CMRY) alias Cimory ini lagi cukup menarik buat diperhatiin. Baru-baru ini, perusahaan produk susu dan consumer foods ini ngumumin bakal bagi dividen tunai yang totalnya nggak kecil—sekitar Rp793 miliar. Buat ukuran emiten consumer di Indonesia, angka ini jelas bikin banyak investor auto melirik.
Keputusan ini disahkan lewat RUPS Tahunan yang digelar awal April 2026. Dari situ diputuskan kalau pemegang saham bakal dapet dividen final Rp100 per saham. Kalau digabung sama dividen interim yang udah dibagikan sebelumnya, total payout ratio-nya mencapai sekitar 78% dari laba bersih 2025. Artinya, sebagian besar keuntungan perusahaan memang dialirkan kembali ke investor, bukan cuma ditahan buat ekspansi.
Nah, yang bikin menarik, langkah ini nunjukin kalau kondisi keuangan CMRY lagi cukup solid. Laba bersih mereka di 2025 tembus sekitar Rp2 triliun, dan arus kasnya juga cukup kuat buat tetap ekspansi sambil bagi dividen besar. Biasanya, perusahaan yang berani bagi dividen jumbo kayak gini punya tingkat kepercayaan diri tinggi terhadap bisnisnya ke depan.
Di sisi lain, manajemen juga nggak lupa soal pertumbuhan. Sebagian laba tetap ditahan buat pengembangan bisnis, terutama buat memperluas distribusi dan inovasi produk. Kita tahu sendiri, Cimory ini cukup agresif di segmen produk dairy premium dan ready-to-drink, yang pasarnya di Indonesia masih luas banget.
Selain soal dividen, ada juga update penting dari sisi manajemen. Dalam RUPS kemarin, ada perubahan dan penegasan kembali jajaran direksi dan komisaris. Buat investor, ini penting karena arah strategi perusahaan ke depan biasanya sangat dipengaruhi oleh siapa yang duduk di kursi manajemen.
Dari sisi pergerakan saham, CMRY juga terlihat cukup stabil. Harga sahamnya sempat menguat tipis di tengah sentimen positif pembagian dividen. Ini sejalan dengan kondisi pasar yang juga lagi lumayan kondusif. IHSG sendiri belakangan bergerak di zona hijau, didukung aliran dana asing dan optimisme ekonomi domestik, walaupun tetap ada bayang-bayang risiko global seperti geopolitik dan arah suku bunga.
Kalau lihat dari kacamata analis, banyak yang masih cukup positif ke CMRY. Beberapa sekuritas mempertahankan rating “buy” atau “accumulate”, dengan catatan bahwa pertumbuhan bisnisnya masih solid, meskipun valuasinya sudah mulai terasa premium. Target harga pun masih ada yang direvisi naik, mengikuti ekspektasi kinerja yang tetap kuat di 2026.
Buat ke depan, ada beberapa hal yang bakal jadi perhatian pasar. Pertama tentu realisasi pembayaran dividen di akhir April—ini biasanya jadi momen yang ditunggu investor dividen. Kedua, laporan kinerja kuartal I 2026 yang bakal kasih gambaran apakah momentum pertumbuhan masih berlanjut atau mulai melambat. Dan yang nggak kalah penting, bagaimana strategi manajemen baru dalam menjaga margin dan ekspansi di tengah persaingan industri yang makin ketat.
Jadi, kalau kamu tipe investor yang suka kombinasi antara growth dan dividen, CMRY bisa dibilang salah satu saham yang lagi berada di sweet spot saat ini. Tinggal balik lagi ke profil risiko dan strategi masing-masing, karena di pasar saham, peluang selalu datang barengan sama risiko.
Sumber: Keterbukaan informasi Bursa Efek Indonesia (RUPS CMRY 2026), laporan tahunan CMRY 2025, Kontan, Investing.com, dan riset analis sekuritas domestik.