- ACES membagikan dividen Rp548 miliar atau Rp32,01 per saham untuk tahun buku 2025, dengan payout ratio mencapai 82%, tertinggi dalam sejarah perusahaan.
- Dividend yield mendekati 10% menjadikan ACES salah satu saham ritel dengan imbal hasil dividen paling menarik di Bursa Efek Indonesia saat ini.
- Investor kini menantikan kinerja penjualan 2026, ekspansi AZKO, dan pertumbuhan bisnis omnichannel sebagai katalis utama pergerakan saham ACES selanjutnya.
Kabar menarik datang dari PT Aspirasi Hidup Indonesia Tbk (ACES), emiten ritel yang sebelumnya dikenal sebagai Ace Hardware Indonesia. Dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) terbaru, perusahaan memutuskan untuk membagikan dividen tunai sebesar Rp548 miliar atau setara Rp32,01 per saham kepada para pemegang saham.
Yang membuat keputusan ini istimewa bukan hanya nilai dividennya yang besar, tetapi juga karena rasio pembayaran dividennya (dividend payout ratio) mencapai 82% dari laba bersih tahun buku 2025. Angka tersebut menjadi yang tertinggi sepanjang sejarah perusahaan. Artinya, sebagian besar keuntungan yang diperoleh perusahaan tahun lalu langsung dikembalikan kepada para pemegang saham.
Bagi investor, langkah ini menjadi sinyal positif. Di tengah kondisi pasar yang masih berfluktuasi dan konsumsi masyarakat yang belum sepenuhnya pulih, ACES menunjukkan kepercayaan diri terhadap kondisi keuangannya. Perusahaan tampaknya merasa cukup nyaman dengan posisi kas dan prospek bisnisnya sehingga berani membagikan sebagian besar laba sebagai dividen.
Jika dihitung berdasarkan harga saham ACES yang berada di kisaran Rp330 per saham sebelum pengumuman, dividend yield yang ditawarkan mendekati 10%. Angka tersebut tergolong sangat menarik dibandingkan banyak emiten sektor ritel lainnya di Bursa Efek Indonesia. Tidak heran jika saham dengan karakteristik seperti ini sering menjadi incaran investor yang mencari pendapatan pasif dari dividen.
Meski begitu, bukan berarti perjalanan bisnis ACES sepenuhnya tanpa tantangan. Industri ritel masih menghadapi tekanan dari daya beli masyarakat yang belum sepenuhnya pulih serta perubahan perilaku konsumen yang semakin banyak berbelanja melalui kanal digital. Kondisi ini membuat perusahaan harus terus beradaptasi agar pertumbuhan penjualannya tetap terjaga.
Di sisi lain, ACES saat ini juga tengah menjalani transformasi bisnis yang cukup besar melalui rebranding menjadi AZKO. Perubahan identitas ini bukan sekadar pergantian nama, tetapi bagian dari strategi perusahaan untuk memperluas jangkauan bisnis dan membangun ekosistem gaya hidup yang lebih luas. Selain bisnis perlengkapan rumah tangga, perusahaan juga memiliki berbagai lini usaha lain seperti Toys Kingdom, ATARU, dan Pendopo yang diharapkan dapat menjadi sumber pertumbuhan baru di masa depan.
Pandangan analis terhadap saham ACES juga masih relatif positif. Sejumlah rumah riset mempertahankan rekomendasi beli atau akumulasi dengan target harga yang berada di atas harga pasar saat ini. Optimisme tersebut didasarkan pada neraca keuangan yang kuat, kemampuan menghasilkan arus kas yang stabil, serta prospek pertumbuhan jangka panjang dari strategi transformasi yang sedang dijalankan perusahaan.
Bagi pelaku pasar, pembagian dividen jumbo ini tentu menjadi katalis jangka pendek yang menarik. Namun perhatian investor tidak berhenti di sana. Kinerja penjualan semester pertama 2026, perkembangan ekspansi gerai AZKO, pertumbuhan bisnis omnichannel, hingga laporan keuangan kuartalan berikutnya akan menjadi faktor penting yang menentukan arah pergerakan saham ACES selanjutnya.
Untuk saat ini, ACES berhasil memberikan sinyal yang cukup jelas kepada pasar: meskipun tantangan industri masih ada, perusahaan tetap mampu menghasilkan laba dan berbagi keuntungan kepada pemegang saham dalam jumlah yang belum pernah terjadi sebelumnya. Itulah sebabnya keputusan pembagian dividen Rp548 miliar ini menjadi salah satu kabar korporasi yang paling banyak diperbincangkan investor sepanjang tahun 2026.
Sumber:
Keterbukaan informasi dan hasil RUPST PT Aspirasi Hidup Indonesia Tbk (ACES)
Kontan
Katadata
Investortrust
Laporan riset CGS International
Laporan riset CLSA Sekuritas Indonesia
Laporan riset BRI Danareksa Sekuritas
Data Bursa Efek Indonesia (BEI)