Skip to content
  • Hubungi Kami
  • Tentang Kami

Bursa Terkini

Kabar Bursa Saham Terkini

  • Home
  • Berita Emiten
  • Toggle search form

Hasmoro Borong 1 Juta Saham HEAL, Sinyal Yakin Prospek Hermina Masih Cerah?

Posted on May 25, 2026 By V. Theresia No Comments on Hasmoro Borong 1 Juta Saham HEAL, Sinyal Yakin Prospek Hermina Masih Cerah?
  • Presiden Komisaris HEAL, Hasmoro, memborong lebih dari 1 juta saham HEAL dengan nilai hampir Rp1 miliar di tengah harga saham yang masih terkoreksi.
  • Aksi beli saham orang dalam ini dianggap sebagai sinyal optimisme manajemen terhadap prospek jangka panjang bisnis rumah sakit Hermina.
  • Investor kini menunggu kinerja semester I-2026, ekspansi rumah sakit baru, dan potensi lanjutan aksi akumulasi saham oleh manajemen sebagai katalis berikutnya.

Saham rumah sakit belakangan memang lagi nggak terlalu jadi primadona di Bursa Efek Indonesia. Setelah sempat bersinar saat era pandemi, banyak saham sektor kesehatan kini bergerak lebih kalem bahkan cenderung turun. Tapi justru di tengah kondisi seperti itu, ada aksi menarik dari salah satu petinggi emiten rumah sakit besar, yaitu HEAL atau PT Medikaloka Hermina Tbk.

Presiden Komisaris HEAL, Hasmoro, diketahui baru saja memborong lebih dari 1 juta saham HEAL dalam beberapa transaksi yang dilakukan pada pertengahan Mei 2026. Dari keterbukaan informasi BEI, total saham yang dibeli mencapai 1.000.900 lembar dengan harga rata-rata sekitar Rp985 per saham. Kalau dihitung-hitung, dana yang dikeluarkan hampir menyentuh Rp1 miliar.

Aksi seperti ini biasanya langsung jadi perhatian investor. Soalnya, ketika orang dalam perusahaan membeli saham perusahaannya sendiri, pasar sering menganggap itu sebagai sinyal bahwa manajemen masih percaya prospek bisnis ke depan bakal bagus. Apalagi pembelian ini dilakukan saat harga saham HEAL masih terkoreksi cukup dalam sepanjang tahun ini.

Secara year-to-date, saham HEAL memang masih berada di zona merah. Tekanan datang dari banyak faktor, mulai dari normalisasi bisnis rumah sakit pasca pandemi, isu tarif BPJS, sampai biaya operasional kesehatan yang ikut naik. Meski begitu, Hermina masih dianggap punya fundamental yang cukup solid dibanding beberapa emiten rumah sakit lainnya.

Hermina sendiri dikenal agresif melakukan ekspansi rumah sakit baru di berbagai daerah. Selain itu, perusahaan juga terus mendorong layanan spesialis dan pasien non-BPJS yang margin keuntungannya biasanya lebih tinggi. Faktor-faktor ini yang membuat sebagian analis masih cukup optimistis terhadap prospek jangka panjang HEAL.

Menariknya lagi, ini bukan pertama kali Hasmoro melakukan aksi borong saham. Dalam beberapa tahun terakhir, ia tercatat beberapa kali membeli saham HEAL ketika harga sedang turun. Banyak investor melihat langkah tersebut sebagai bentuk keyakinan bahwa valuasi saham HEAL saat ini sudah cukup menarik.

Di tengah kondisi IHSG yang masih naik turun karena sentimen global, sektor kesehatan memang mulai kembali dilirik sebagai sektor defensif. Saat pasar sedang penuh ketidakpastian, saham rumah sakit biasanya dianggap lebih stabil dibanding sektor yang sangat tergantung harga komoditas atau ekonomi global.

Sekarang perhatian investor akan tertuju pada laporan kinerja semester pertama 2026 dari Hermina. Pasar ingin melihat apakah pertumbuhan laba masih bisa terjaga dan apakah ekspansi rumah sakit baru mulai memberikan kontribusi lebih besar ke pendapatan perusahaan. Selain itu, aksi pembelian saham oleh Hasmoro juga bakal terus dipantau. Kalau aksi borong ini berlanjut, sentimen positif untuk saham HEAL bisa saja ikut menguat lagi.

Sumber:
Keterbukaan Informasi Bursa Efek Indonesia (BEI), IDN Financials, Investortrust.id.

Berita Emiten, IDX:HEAL

Post navigation

Previous Post: MBAP Menguat Usai Soroti Diversifikasi Bisnis dan Capex Baru, Investor Pantau Arah Energi Terbarukan
Next Post: NCKL Siapkan Buyback Rp1 Triliun, Pasar Menanti Efek ke Valuasi dan Sentimen Saham Nikel

Related Posts

Tekanan Harga dan Daya Beli Membayangi Kinerja Indofood (INDF) di 2026, Analis Tetap Optimistis Berita Emiten
Indocement Serius Jaga Valuasi, 66 Juta Saham Sudah Dikantongi Lewat Buyback Berita Emiten
Perintis Triniti (TRIN) Siapkan Akuisisi Strategis, Bidik Penguatan Recurring Income di Tengah Dinamika Pasar Berita Emiten
Pendapatan Melonjak 44,8%, Laba CDIA Melejit Tiga Digit Pasca Transformasi IPO Berita Emiten
Bos SCMA Borong 241,8 Juta Saham SCMA di Harga Rp276, Sinyal Kepercayaan Internal di Tengah Dinamika Industri Media Berita Emiten
Tidak Bisa Penuhi Free Float, Solusi Tunas Pratama (SUPR) Berencana Delisting dari BEI Berita Emiten

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Copyright © 2026 Bursa Terkini.

Add as a preferred source on Google
Add as preferred source on Google

Powered by
►
Necessary cookies enable essential site features like secure log-ins and consent preference adjustments. They do not store personal data.
None
►
Functional cookies support features like content sharing on social media, collecting feedback, and enabling third-party tools.
None
►
Analytical cookies track visitor interactions, providing insights on metrics like visitor count, bounce rate, and traffic sources.
None
►
Advertisement cookies deliver personalized ads based on your previous visits and analyze the effectiveness of ad campaigns.
None
►
Unclassified cookies are cookies that we are in the process of classifying, together with the providers of individual cookies.
None
Powered by