- TGKA membagikan dividen tunai total Rp315 per saham dengan dividend yield mencapai sekitar 6,4%, menjadikannya salah satu saham consumer dengan yield menarik di BEI.
- Pembagian dividen mencapai lebih dari 70% laba bersih 2025, menunjukkan arus kas perusahaan yang stabil dan komitmen kuat kepada pemegang saham.
- Di tengah IHSG yang masih volatil, saham TGKA mulai dilirik investor sebagai pilihan defensif dengan kombinasi valuasi murah dan potensi pendapatan dividen tinggi.
Di tengah pasar saham yang lagi naik turun karena sentimen global dan pergerakan rupiah, ada satu emiten yang diam-diam kembali menarik perhatian investor pemburu dividen, yaitu PT Tigaraksa Satria Tbk atau TGKA. Emiten distribusi barang konsumsi ini resmi membagikan dividen tunai total Rp315 per saham untuk tahun buku 2025. Yang bikin menarik, dividend yield-nya mencapai sekitar 6,4%, angka yang cukup besar untuk ukuran saham consumer di Bursa Efek Indonesia.
Keputusan pembagian dividen ini disahkan dalam RUPS Tahunan perusahaan beberapa waktu lalu. Dari total laba bersih sekitar Rp408,8 miliar sepanjang 2025, TGKA memutuskan membagikan lebih dari 70% laba kepada pemegang saham. Nilai total dividennya mencapai sekitar Rp289 miliar. Dividen tersebut terdiri dari dividen interim Rp30 per saham yang sudah dibayarkan sebelumnya dan dividen final Rp285 per saham yang akan cair pada Juni 2026.
Buat investor income hunter, angka yield 6%-an jelas menarik. Apalagi di kondisi pasar sekarang yang masih penuh ketidakpastian. Banyak investor mulai mencari saham dengan cash flow stabil dan pembagian dividen konsisten dibanding mengejar saham gorengan yang volatilitasnya tinggi. Nah, TGKA masuk ke kategori itu.
Kalau dilihat dari bisnisnya, TGKA memang bukan saham yang sering jadi headline. Perusahaan ini bergerak di distribusi produk konsumer, perlengkapan rumah tangga, hingga LPG. Model bisnis seperti ini justru sering dianggap defensif karena permintaan barang kebutuhan sehari-hari relatif stabil, bahkan saat kondisi ekonomi melambat.
Menariknya lagi, valuasi saham TGKA juga masih dianggap cukup murah oleh sebagian pelaku pasar. Dengan PER yang masih sekitar 10 kali dan dividend yield tinggi, saham ini mulai dilihat sebagai kandidat “re-rating” kalau kinerja perusahaan tetap solid. Ditambah lagi, selama beberapa tahun terakhir TGKA dikenal cukup royal membagikan dividen.
Di tengah kondisi IHSG yang masih fluktuatif, saham-saham defensif seperti TGKA memang mulai dilirik lagi. Investor tampaknya mulai mengubah strategi dari sekadar mencari capital gain cepat menjadi kombinasi antara potensi kenaikan harga dan pendapatan pasif dari dividen.
Meski begitu, pasar tetap akan menunggu beberapa katalis penting berikutnya. Investor bakal memperhatikan bagaimana performa penjualan TGKA di semester I-2026, apakah margin laba bisa tetap terjaga di tengah biaya logistik yang masih tinggi, dan apakah perusahaan mampu mempertahankan payout ratio besar di masa depan.
Kalau TGKA bisa menjaga pertumbuhan laba sekaligus tetap rutin membagikan dividen jumbo, bukan tidak mungkin saham ini bakal semakin ramai masuk radar investor institusi maupun retail. Untuk sementara, satu hal yang jelas: di saat banyak saham bergerak liar, TGKA justru tampil kalem tapi tetap kasih “cuan” lewat dividen tebal.
Sumber: keterbukaan informasi Bursa Efek Indonesia (BEI), IDN Financials, Pasardana, Investing Indonesia, dan Yahoo Finance.