Skip to content
  • Hubungi Kami
  • Tentang Kami

Bursa Terkini

Kabar Bursa Saham Terkini

  • Home
  • Berita Emiten
  • Toggle search form

Subsidi Motor Listrik Balik Lagi, SLIS Siap Gas Penjualan Sampai 30%

Posted on May 11, 2026 By V. Theresia No Comments on Subsidi Motor Listrik Balik Lagi, SLIS Siap Gas Penjualan Sampai 30%
  • Pemerintah akan kembali memberikan subsidi motor listrik Rp 5 juta mulai Juni 2026, menjadi sentimen positif bagi industri kendaraan listrik nasional.
  • SLIS menargetkan kenaikan penjualan hingga 30% seiring potensi lonjakan permintaan motor listrik setelah subsidi kembali digulirkan.
  • Investor kini menanti realisasi program subsidi, pertumbuhan penjualan semester II 2026, dan dampaknya terhadap kinerja keuangan emiten kendaraan listrik seperti SLIS.

Pasar motor listrik di Indonesia tampaknya bakal kembali panas tahun ini. Setelah sempat lesu akibat ketidakpastian insentif pemerintah, kini angin segar datang lagi lewat rencana subsidi motor listrik sebesar Rp 5 juta per unit yang mulai digulirkan pada Juni 2026. Kabar ini langsung bikin banyak pelaku industri kembali optimistis, termasuk PT Gaya Abadi Sempurna Tbk (SLIS).

Buat SLIS, subsidi ini bukan sekadar bantuan pemerintah biasa. Momentum ini dianggap bisa jadi titik balik buat mendongkrak penjualan motor listrik yang sebelumnya melambat. Manajemen bahkan membidik kenaikan penjualan sampai 30% setelah program subsidi kembali berjalan.

Masuk akal sih. Buat sebagian besar masyarakat Indonesia, harga masih jadi pertimbangan utama sebelum membeli motor listrik. Dengan adanya potongan Rp 5 juta, otomatis harga jadi lebih menarik dan kompetitif dibanding motor konvensional. Apalagi sekarang pilihan motor listrik makin banyak dan infrastrukturnya juga mulai berkembang.

Pemerintah sendiri memang sedang serius mendorong ekosistem kendaraan listrik nasional. Selain demi mengurangi konsumsi BBM impor, langkah ini juga jadi bagian dari transisi energi jangka panjang Indonesia. Bahkan pemerintah disebut menyiapkan kuota awal subsidi untuk 100 ribu unit motor listrik.

Nah, kondisi ini jelas jadi peluang besar buat emiten seperti SLIS. Perseroan disebut sedang memperkuat distribusi dan memperluas penetrasi pasar, terutama untuk segmen kendaraan listrik harian dan komersial. Kalau subsidi benar-benar berjalan lancar mulai Juni nanti, bukan tidak mungkin penjualan motor listrik bakal kembali melonjak seperti saat program subsidi pertama kali hadir beberapa tahun lalu.

Menariknya lagi, sentimen positif ini datang di tengah kondisi pasar saham yang sebenarnya masih cukup fluktuatif. IHSG belakangan bergerak hati-hati karena investor global masih memantau arah suku bunga Amerika Serikat dan perlambatan ekonomi China. Tapi saham-saham yang berkaitan dengan kendaraan listrik dan energi hijau mulai kembali dilirik investor domestik.

Walaupun belum banyak analis yang merilis update target harga terbaru untuk SLIS, pasar mulai melihat potensi pertumbuhan kinerja perseroan di semester kedua tahun ini. Investor sekarang menunggu apakah lonjakan permintaan nanti benar-benar bisa diterjemahkan menjadi kenaikan pendapatan dan perbaikan margin perusahaan.

Selain itu, detail teknis subsidi juga masih jadi perhatian pasar. Mulai dari syarat penerima, skema penyaluran, sampai merek motor yang memenuhi aturan TKDN bakal sangat menentukan seberapa besar dampak program ini ke industri.

Kalau pemerintah sukses menjalankan program subsidi tanpa hambatan, bukan cuma SLIS yang diuntungkan. Seluruh industri motor listrik nasional kemungkinan ikut terdorong naik. Dan buat investor pasar saham, momentum seperti ini biasanya jadi peluang menarik untuk dicermati lebih dekat.

Sekarang tinggal menunggu realisasi di lapangan. Apakah subsidi Rp 5 juta benar-benar mampu bikin masyarakat berbondong-bondong pindah ke motor listrik? Atau pasar masih akan bergerak hati-hati? Yang jelas, saham-saham kendaraan listrik mulai kembali masuk radar pelaku pasar.

Sumber: CNBC Indonesia, Otorider, Babel Insight, keterbukaan informasi perusahaan dan data industri kendaraan listrik Indonesia.

Berita Emiten, IDX:SLIS

Post navigation

Previous Post: Saham RLCO Bergerak Fluktuatif di Tengah Sorotan Valuasi dan Risiko Konsentrasi Kepemilikan
Next Post: Saham Gudang Garam (GGRM) Kembali Dilirik, Momentum Rebound Mulai Terlihat

Related Posts

Kredit Rp 2,56 Triliun Masuk, EMAS Fokus Genjot Produksi Berita Emiten
Dapat Suntikan Rp 4,9 Triliun, Apakah Saham Krakatau Steel Siap Bangkit? Berita Emiten
BFIN Tambah Dua Komisaris Baru, Pasar Mulai Tebak Arah Baru Perseroan Berita Emiten
ESIP Tancap Gas Ekspansi Rp200 Miliar, Diversifikasi ke Kemasan Kertas Jadi Kunci Re-rating Saham Berita Emiten
Pajak Naik Tajam, Laba Jasa Marga (JSMR) Turun 19% di 2025, Masih Layak Koleksi? Berita Emiten
GMFI Mau Hapus Defisit US$513 Juta, Tanda Emiten MRO Garuda Mulai Bangkit? Berita Emiten

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Copyright © 2026 Bursa Terkini.

Add as a preferred source on Google
Add as preferred source on Google

Powered by
►
Necessary cookies enable essential site features like secure log-ins and consent preference adjustments. They do not store personal data.
None
►
Functional cookies support features like content sharing on social media, collecting feedback, and enabling third-party tools.
None
►
Analytical cookies track visitor interactions, providing insights on metrics like visitor count, bounce rate, and traffic sources.
None
►
Advertisement cookies deliver personalized ads based on your previous visits and analyze the effectiveness of ad campaigns.
None
►
Unclassified cookies are cookies that we are in the process of classifying, together with the providers of individual cookies.
None
Powered by