- Saham GOTO naik tipis sekitar +1,35% ke Rp52 di awal sesi 28 April 2026, dengan pergerakan masih fluktuatif karena pasar menunggu rilis kinerja Q1.
- Sentimen positif datang dari ekspektasi perbaikan profitabilitas dan rekomendasi “buy” analis, tapi masih tertahan aksi profit taking dan net sell asing.
- Arah selanjutnya sangat bergantung pada laporan keuangan dan strategi monetisasi GOTO, yang jadi katalis utama jangka pendek.

Kalau kamu lagi mantengin saham teknologi di Bursa Efek Indonesia, pergerakan saham GOTO hari ini lumayan menarik buat diperhatiin. Di sesi perdagangan Selasa, 28 April 2026, saham PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk keliatan bergerak naik tipis di awal hari, tapi dengan pola yang masih naik-turun alias fluktuatif. Sampai sekitar pertengahan sesi pagi, GOTO sempat menguat sekitar +1,35% ke level Rp52, setelah sebelumnya bolak-balik di kisaran Rp51 sampai Rp53.
Pergerakan yang belum “lari kencang” ini sebenarnya cukup wajar. Pasar lagi dalam mode nunggu—investor lagi fokus ke satu hal penting: rilis laporan keuangan kuartal I 2026. Ini jadi momen krusial, karena banyak yang berharap GOTO mulai benar-benar nunjukin perbaikan dari sisi profitabilitas, bukan cuma growth doang kayak dulu.
Beberapa analis bahkan udah mulai kasih sinyal optimis. Ada yang memproyeksikan GOTO bisa mendekati titik impas, bahkan potensi cetak laba tipis. Kalau ini kejadian, jelas bakal jadi turning point besar buat perusahaan yang dulu dikenal “bakar duit” demi ekspansi. Jadi nggak heran kalau mulai ada akumulasi beli, walaupun masih diselingi aksi ambil untung cepat.
Dari sisi valuasi, sentimen juga masih cukup positif. Misalnya, OCBC Sekuritas masih kasih rekomendasi buy dengan target harga sekitar Rp110. Artinya, kalau dibanding harga sekarang yang masih di kisaran 50-an, upside-nya masih kebuka lebar. Tapi tentu saja, itu semua balik lagi ke eksekusi—apakah GOTO bisa deliver kinerja sesuai ekspektasi atau tidak.
Menariknya lagi, pergerakan GOTO hari ini nggak sepenuhnya ngikutin arah pasar. IHSG sendiri cenderung agak melemah tipis di awal sesi, kemungkinan karena tekanan global dan aksi profit taking di saham-saham besar. Jadi bisa dibilang, kenaikan GOTO ini lebih karena faktor internal alias sentimen spesifik perusahaan.
Meski begitu, ada satu hal yang masih jadi ganjalan: arus dana asing. Dalam beberapa waktu terakhir, investor asing masih tercatat net sell di saham teknologi, termasuk GOTO. Ini bikin kenaikan saham jadi agak “ketahan”, walaupun minat beli dari investor lokal mulai keliatan.
Kalau ditarik ke depan, yang bakal jadi penentu arah jelas adalah hasil laporan keuangan dan apa yang disampaikan manajemen setelahnya. Investor bakal ngulik detail seperti EBITDA, efisiensi biaya, sampai kontribusi dari tiap lini bisnis—mulai dari on-demand, e-commerce, sampai fintech. Nggak cuma itu, strategi monetisasi juga bakal jadi sorotan: apakah GOTO bisa makin cuan dari ekosistemnya sendiri?
Jadi, buat sekarang, GOTO masih ada di fase “nunggu konfirmasi”. Pergerakan hari ini lebih ke positioning sebelum big event. Buat trader, ini momen yang cukup menarik karena volatilitas tinggi. Tapi buat investor jangka panjang, mungkin masih lebih nyaman duduk manis dulu sambil lihat apakah cerita profitabilitas GOTO ini benar-benar mulai kejadian atau belum.
Sumber:
Data pergerakan saham intraday Bursa Efek Indonesia (IDX), konsensus analis dan riset sekuritas (OCBC Sekuritas Indonesia), serta ekspektasi pasar terhadap rilis laporan keuangan GOTO kuartal I 2026.