Jadi ceritanya, GPSO lagi dalam proses mengakuisisi tiga perusahaan yang bergerak di industri komponen manufaktur. Awalnya mereka hanya menargetkan kepemilikan sekitar 70%, tapi sekarang manajemen justru membuka kemungkinan untuk meningkatkan porsi hingga hampir penuh, alias mendekati 100%. Ini bukan sekadar beli saham biasa, tapi lebih ke upaya menguasai penuh rantai produksi dari hulu sampai hilir.
Langkah ini sebenarnya nyambung dengan perubahan besar yang terjadi di perusahaan sejak akhir 2025, setelah masuknya pengendali baru. GPSO kini diarahkan jadi semacam “kendaraan utama” untuk mengintegrasikan bisnis manufaktur milik grupnya. Tiga target akuisisi tersebut punya peran penting di industri, mulai dari proses forging, machining, sampai heat treatment—semua komponen vital dalam produksi industri berat.
Nilai transaksinya juga nggak kecil, sekitar Rp700 miliar. Buat ukuran perusahaan yang sebelumnya tidak terlalu besar, ini jelas langkah yang cukup berani. Tapi di sisi lain, kalau integrasinya berhasil, efeknya bisa signifikan ke pertumbuhan bisnis dan profitabilitas.
Yang menarik, GPSO juga masih mengkaji berbagai cara untuk mendanai aksi ini. Mulai dari pinjaman bank, penerbitan obligasi, sampai kemungkinan rights issue atau skema share swap. Ini penting, karena cara mereka membiayai akuisisi akan sangat menentukan apakah langkah ini jadi nilai tambah atau justru membebani keuangan perusahaan.
Dari sisi pasar, memang belum banyak analis yang secara eksplisit mengeluarkan target harga baru untuk saham ini. Tapi ada indikasi bahwa investor mulai melirik, apalagi setelah free float meningkat dan jumlah investor bertambah. Biasanya, kalau perusahaan berhasil menunjukkan arah bisnis yang lebih jelas dan terintegrasi, valuasinya juga bisa ikut naik alias re-rating.
Semua ini terjadi di tengah kondisi pasar yang masih naik turun. Investor global masih sensitif terhadap arah suku bunga dan nilai tukar, tapi sektor manufaktur justru mulai dilirik lagi karena ada harapan pemulihan permintaan, baik dari dalam negeri maupun ekspor. Jadi timing-nya bisa dibilang cukup menarik.
Ke depan, ada beberapa hal yang bakal jadi penentu arah saham GPSO. Salah satunya adalah hasil due diligence yang ditargetkan selesai dalam waktu dekat. Selain itu, kepastian soal struktur pendanaan dan realisasi final porsi akuisisi juga akan jadi sorotan utama. Kalau sampai mereka jadi melakukan rights issue, itu juga bakal jadi momen penting buat investor.
Secara keseluruhan, ini bukan cerita instan yang langsung bikin saham terbang, tapi lebih ke proses transformasi bisnis yang kalau berhasil, dampaknya bisa cukup besar dalam jangka menengah.
Sumber:
Keterbukaan informasi dan laporan media seperti Asatu News, Neraca.co.id, Readers.id, serta Pasardana.id terkait rencana akuisisi dan strategi ekspansi GPSO.