Sejak merger XL Axiata dan Smartfren selesai dan melahirkan entitas baru XLSmart, arah bisnis EXCL mulai berubah cukup signifikan. Mereka nggak cuma jualan paket data seperti dulu, tapi mulai bergerak ke arah digital ecosystem yang lebih luas, termasuk layanan enterprise dan integrasi jaringan yang lebih efisien. Secara industri, ini memang langkah yang “wajib” kalau mau tetap relevan di era digital.
Nah, salah satu fokus utamanya sekarang adalah penguatan jaringan, terutama 4G dan 5G. EXCL bahkan sudah memperluas layanan 5G ke puluhan kota dan menambah kapasitas lewat mobile BTS untuk mengantisipasi lonjakan trafik, terutama di momen seperti Ramadan dan Lebaran. Artinya, demand itu jelas ada—dan mereka lagi berusaha banget buat siapin infrastrukturnya.
Tapi di balik itu semua, ada “harga” yang harus dibayar. Ekspansi jaringan + biaya integrasi merger bikin beban perusahaan naik cukup tajam. Ini yang bikin EXCL sempat mencatatkan kerugian, walaupun secara pendapatan sebenarnya masih tumbuh. Jadi kalau dilihat sekilas, kinerjanya memang agak kontradiktif: top line naik, tapi bottom line masih tertekan.
Di sinilah pandangan analis mulai terpecah. Ada yang melihat ini sebagai fase transisi yang wajar, bahkan berpotensi jadi titik balik di 2026 ketika biaya integrasi mulai turun dan sinergi mulai terasa. Tapi ada juga yang masih skeptis, terutama karena risiko persaingan industri telko yang makin ketat dan potensi kehilangan pangsa pasar setelah merger.
Menariknya, justru di tengah ketidakpastian itu, konsensus pasar masih cukup “hopeful”. Beberapa analis tetap kasih target harga yang mencerminkan potensi upside, walaupun dengan catatan: ini bukan saham yang cocok buat investor yang cari hasil instan. Lebih ke arah “cerita jangka menengah”—kalau eksekusinya berhasil, hasilnya bisa lumayan.
Kalau dilihat dari sudut pandang strategi, langkah EXCL masuk ke segmen enterprise juga cukup masuk akal. Bisnis B2B biasanya lebih stabil dan bisa bantu naikin ARPU, sesuatu yang selama ini jadi tantangan di industri telko. Jadi, kombinasi antara 5G + enterprise ini sebenarnya adalah “dua mesin” yang diharapkan bisa dorong pertumbuhan ke depan.
Cuma ya itu tadi, semuanya balik ke eksekusi. Pasar sekarang lagi nunggu bukti: apakah sinergi merger benar-benar bisa nurunin biaya? Apakah investasi besar di 5G bisa dimonetisasi? Dan apakah EXCL bisa tetap kompetitif di tengah tekanan dari pemain lain?
Jadi kalau dirangkum, EXCL sekarang bukan cerita tentang “kinerja saat ini”, tapi lebih ke “potensi masa depan”. Buat investor yang sabar, ini bisa jadi peluang. Tapi buat yang cari kepastian dalam waktu dekat, mungkin masih perlu wait and see.
Sumber:
Kontan (riset analis & prospek pasca merger)
Ajaib (ringkasan kinerja dan proyeksi EXCL)
Kabar Bursa (strategi penguatan jaringan 4G/5G)
Laporan perusahaan & profil XLSmart