- ZONE mencatat laba bersih Rp27,25 miliar pada kuartal I-2026, naik 29,5% YoY, didukung pertumbuhan penjualan yang kuat.
- Perseroan menyiapkan ekspansi dengan membuka 5 gerai baru dan memperkuat kanal digital untuk mendorong pertumbuhan bisnis tahun ini.
- Investor kini menantikan realisasi ekspansi, kinerja semester I-2026, dan keberlanjutan pertumbuhan laba sebagai katalis utama saham ZONE.
Saham PT Mega Perintis Tbk (IDX: ZONE) belum menunjukkan pergerakan yang terlalu agresif pada perdagangan Jumat (5/6/2026). Di tengah kondisi pasar yang masih penuh tantangan, saham emiten pemilik merek fashion seperti Manzone dan Minimal ini bergerak relatif datar. Namun di balik pergerakan saham yang terlihat tenang, perusahaan justru sedang menyiapkan sejumlah langkah ekspansi yang berpotensi menjadi pendorong pertumbuhan bisnis dalam beberapa tahun ke depan.
Perhatian investor belakangan ini lebih banyak tertuju pada kinerja keuangan ZONE yang berhasil mencatatkan pertumbuhan cukup impresif pada kuartal pertama 2026. Perseroan membukukan laba bersih sebesar Rp27,25 miliar, naik hampir 30% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Kenaikan laba tersebut didukung oleh pertumbuhan penjualan yang mencapai hampir 48% secara tahunan menjadi sekitar Rp398,78 miliar.
Kinerja positif ini menunjukkan bahwa permintaan terhadap produk fashion yang dipasarkan perusahaan masih cukup kuat. Momentum Ramadan dan Idulfitri menjadi salah satu faktor yang membantu peningkatan penjualan pada awal tahun. Selain itu, strategi perusahaan dalam menggabungkan kekuatan jaringan toko fisik dan kanal digital mulai memberikan hasil yang terlihat pada laporan keuangan.
Manajemen ZONE juga tidak berhenti hanya mengandalkan pertumbuhan organik. Sepanjang tahun 2026, perusahaan telah menyiapkan belanja modal untuk membuka lima gerai baru serta melakukan renovasi sejumlah gerai yang sudah beroperasi. Langkah ini menjadi bagian dari upaya memperluas jangkauan pasar sekaligus meningkatkan pengalaman belanja konsumen.
Menariknya, pertumbuhan bisnis digital juga menjadi salah satu sorotan utama. Penjualan online perusahaan dilaporkan tumbuh sangat signifikan dibandingkan tahun sebelumnya. Kontribusi kanal digital terhadap total penjualan pun terus meningkat, mencerminkan perubahan perilaku konsumen yang semakin nyaman berbelanja secara online. Kondisi ini memberikan peluang bagi ZONE untuk memperluas pasar tanpa harus sepenuhnya bergantung pada ekspansi toko fisik.
Meski fundamental perusahaan terlihat membaik, pergerakan saham ZONE masih cenderung terbatas. Salah satu alasannya adalah likuiditas saham yang relatif lebih kecil dibandingkan emiten ritel besar lainnya di Bursa Efek Indonesia. Selain itu, cakupan riset analis terhadap saham ini juga masih terbatas sehingga belum banyak target harga maupun rekomendasi terbaru yang beredar di pasar.
Di sisi lain, sentimen pasar secara keseluruhan juga masih memengaruhi minat investor. Ketika IHSG bergerak melemah akibat tekanan global dan kekhawatiran terhadap kondisi ekonomi, saham-saham berkapitalisasi kecil hingga menengah biasanya ikut terdampak karena investor cenderung memilih aset yang lebih likuid dan defensif.
Ke depan, investor akan memantau realisasi pembukaan gerai baru, perkembangan penjualan pada semester pertama 2026, serta kemampuan perusahaan mempertahankan pertumbuhan laba dua digit yang telah ditargetkan manajemen. Jika ekspansi berjalan sesuai rencana dan pertumbuhan bisnis digital terus berlanjut, ZONE berpeluang menarik perhatian lebih besar dari pasar.
Untuk saat ini, saham ZONE mungkin belum menjadi pusat perhatian di lantai bursa. Namun dengan kombinasi pertumbuhan laba yang kuat, ekspansi gerai, dan perkembangan kanal digital yang menjanjikan, emiten ritel fashion ini tetap menjadi salah satu saham yang layak masuk radar investor yang mencari peluang pertumbuhan jangka menengah.
Sumber:
Keterbukaan informasi dan laporan keuangan PT Mega Perintis Tbk (IDX: ZONE)
Bursa Efek Indonesia (BEI)
Kontan
SWA Magazine
Infobank News
Data perdagangan Bursa Efek Indonesia per 5 Juni 2026.