Skip to content
  • Hubungi Kami
  • Tentang Kami

Bursa Terkini

Kabar Bursa Saham Terkini

  • Home
  • Berita Emiten
  • Toggle search form

ITMG Bergerak Tipis Usai Laba Tertekan, Pasar Masih Menimbang Arah Batu Bara

Posted on March 1, 2026 By V. Theresia No Comments on ITMG Bergerak Tipis Usai Laba Tertekan, Pasar Masih Menimbang Arah Batu Bara
  • Saham PT Indo Tambangraya Megah Tbk (ITMG) naik tipis 1,45% ke Rp22.775 pada Jumat, 27 Februari 2026, meski laba bersih 2025 turun hampir 49% secara tahunan.
  • Penurunan kinerja dipicu melemahnya harga batu bara global, sementara analis mempertahankan rekomendasi Hold dengan target harga Rp21.000.
  • Pelaku pasar kini menunggu katalis berikutnya seperti realisasi buyback, panduan produksi 2026, dan pergerakan harga batu bara dunia.

Saham PT Indo Tambangraya Megah Tbk (ITMG) menutup perdagangan akhir pekan lalu dengan pergerakan yang relatif terbatas, meski perusahaan baru saja merilis laporan kinerja tahun buku 2025 yang menunjukkan penurunan laba cukup dalam. Di sesi Jumat (27/2/2026), saham ITMG ditutup di level Rp22.775 atau naik sekitar 1,45% dibanding penutupan sebelumnya di Rp22.450. Kenaikan tipis ini mencerminkan respons pasar yang cenderung hati-hati, bukan euforia.

Sepanjang sesi, saham ITMG bergerak dalam rentang Rp22.250 hingga Rp22.775. Volatilitasnya ada, tetapi masih dalam batas wajar untuk saham komoditas yang sensitif terhadap pergerakan harga global. Tidak ada lonjakan volume ekstrem yang menandakan panic selling maupun agresif buying. Artinya, pelaku pasar tampaknya masih mencoba mencerna data fundamental terbaru sebelum menentukan arah berikutnya.

Dalam laporan keuangan yang dirilis melalui keterbukaan informasi di Bursa Efek Indonesia, ITMG membukukan pendapatan sekitar US$1,88 miliar sepanjang 2025, turun kurang lebih 18% dibanding tahun sebelumnya. Penurunan yang lebih terasa terjadi di laba bersih, yang tergerus hampir 49% secara tahunan ke kisaran US$190 jutaan. Tekanan utama datang dari melemahnya harga jual rata-rata batu bara di pasar global, meski volume penjualan relatif terjaga.

Di tengah kinerja yang menurun itu, analis cenderung mengambil sikap wait and see. Riset terbaru dari Indo Premier Sekuritas mempertahankan rekomendasi Hold dengan target harga Rp21.000. Artinya, pada level harga saat ini, ruang kenaikan dinilai terbatas dan risiko penurunan masih ada, terutama jika harga batu bara kembali terkoreksi. Sejumlah analis lain juga menyoroti ketidakpastian terkait kebijakan produksi dan dinamika kuota yang bisa memengaruhi kinerja 2026.

Secara makro, pergerakan ITMG juga tidak bisa dilepaskan dari kondisi pasar yang lebih luas. Pada hari yang sama, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) bergerak cenderung mixed, dengan sektor energi dan komoditas menunjukkan kinerja variatif. Investor masih menimbang arah suku bunga global, prospek pertumbuhan ekonomi China, serta permintaan batu bara dari India dan negara-negara Asia lainnya. Semua faktor ini sangat relevan bagi emiten seperti ITMG yang sebagian besar pendapatannya bergantung pada ekspor.

Ke depan, ada beberapa katalis yang patut dicermati. Salah satunya adalah realisasi program buyback saham yang sebelumnya disetujui, serta panduan produksi dan belanja modal untuk 2026. Selain itu, laporan kinerja kuartal pertama 2026 akan menjadi ujian awal apakah penurunan laba 2025 hanya bersifat siklikal atau menandai fase tekanan yang lebih panjang.

Untuk saat ini, pasar tampaknya memilih bersikap realistis. Kinerja melemah, tetapi valuasi mulai terlihat menarik bagi sebagian investor yang percaya pada siklus komoditas. Seperti biasa di saham batu bara, arah harga ke depan akan sangat ditentukan oleh grafik harga global dan sentimen makro. ITMG mungkin tidak sedang bersinar terang, tetapi juga belum kehilangan daya tariknya sepenuhnya.

Sumber: Laporan keuangan 2025 PT Indo Tambangraya Megah Tbk melalui keterbukaan informasi Bursa Efek Indonesia, data perdagangan BEI, riset Indo Premier Sekuritas, serta pemberitaan pasar modal dan komoditas terkait.

IDX:ITMG, Pasar Saham

Post navigation

Previous Post: Saham ADRO Masih Layak Koleksi? Analis Buka-Bukaan Soal Potensi dan Risiko
Next Post: SIDO Tertekan di Tengah Sentimen Makro, Analyst Masih Sediakan Target Optimis

Related Posts

Saham ELPI Tertekan Jelang Sesi Perdagangan Berikutnya Setelah Rencana Rights Issue 2,11 Miliar Saham IDX:ELPI
AKRA Melemah di Tengah Sentimen Aksi Korporasi dan Optimisme Analis IDX:AKRA
BIKE Bergerak Tipis di Awal Sesi Usai Perubahan Pengendali, Investor Masih Wait and See IDX:BIKE
GOTO Masih Jadi Perhatian Pasar, Investor Tunggu Langkah Selanjutnya IDX:GOTO
MRAT Mulai Bangkit? Laba Melejit, Investor Mulai Melirik Lagi Saham Mustika Ratu IDX:MRAT
JSMR Menguat Saat Perdagangan Berlangsung, Investor Cermati Kenaikan Tarif Tol dan Dukungan Analis IDX:JSMR

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Copyright © 2026 Bursa Terkini.

Add as a preferred source on Google
Add as preferred source on Google

Powered by
►
Necessary cookies enable essential site features like secure log-ins and consent preference adjustments. They do not store personal data.
None
►
Functional cookies support features like content sharing on social media, collecting feedback, and enabling third-party tools.
None
►
Analytical cookies track visitor interactions, providing insights on metrics like visitor count, bounce rate, and traffic sources.
None
►
Advertisement cookies deliver personalized ads based on your previous visits and analyze the effectiveness of ad campaigns.
None
►
Unclassified cookies are cookies that we are in the process of classifying, together with the providers of individual cookies.
None
Powered by