Skip to content
  • Hubungi Kami
  • Tentang Kami

Bursa Terkini

Kabar Bursa Saham Terkini

  • Home
  • Berita Emiten
  • Toggle search form

IBST Siap Tinggalkan Bursa, Apa yang Sebenarnya Terjadi?

Posted on June 8, 2026 By V. Theresia No Comments on IBST Siap Tinggalkan Bursa, Apa yang Sebenarnya Terjadi?
  • IBST resmi mendapat persetujuan RUPS untuk go private, dengan pemegang saham pengendali iForte menyiapkan tender offer sukarela Rp5.400 per saham.
  • Langkah delisting dilakukan karena porsi saham publik sudah sangat kecil, sehingga perusahaan menilai status emiten tidak lagi memberikan manfaat yang optimal.
  • Investor kini menunggu pelaksanaan tender offer dan proses delisting, yang ditargetkan rampung setelah seluruh persetujuan regulator dan tahapan korporasi selesai.

Kabar penting datang dari PT Inti Bangun Sejahtera Tbk (IBST). Emiten infrastruktur telekomunikasi yang selama ini melantai di Bursa Efek Indonesia tersebut resmi mendapatkan persetujuan pemegang saham untuk melaksanakan go private atau kembali menjadi perusahaan tertutup.

Keputusan tersebut disahkan dalam Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) yang digelar pada awal Juni 2026. Dengan restu para pemegang saham, langkah berikutnya adalah pelaksanaan voluntary tender offer (VTO) oleh pemegang saham pengendali, PT iForte Solusi Infotek, sebelum akhirnya saham IBST didepak dari papan perdagangan BEI.

Bagi investor pasar modal, rencana go private ini sebenarnya bukan sesuatu yang datang tiba-tiba. Sejak iForte mengambil alih kendali IBST pada 2024, kepemilikan publik terus menyusut hingga tersisa sangat kecil. Dalam kondisi seperti itu, manfaat menjadi perusahaan terbuka dinilai tidak lagi sebanding dengan berbagai kewajiban administrasi dan kepatuhan yang harus dipenuhi setiap tahun.

Karena itulah manajemen memilih menyederhanakan struktur usaha dengan membawa IBST keluar dari bursa. Strategi ini juga dinilai dapat memberikan fleksibilitas yang lebih besar bagi grup usaha dalam menjalankan berbagai agenda bisnis jangka panjang tanpa harus mempertimbangkan tuntutan sebagai perusahaan publik.

Sebagai bagian dari proses tersebut, iForte menawarkan pembelian saham publik melalui tender offer sukarela dengan harga Rp5.400 per saham. Investor yang masih memiliki saham IBST nantinya dapat memilih untuk menjual sahamnya melalui mekanisme tersebut sebelum proses delisting berjalan lebih jauh.

Meski demikian, harga tender offer ini sempat menjadi bahan diskusi di kalangan pelaku pasar. Pasalnya, harga Rp5.400 per saham berada di bawah level perdagangan saham IBST ketika rencana go private pertama kali diumumkan beberapa bulan lalu. Namun mengingat jumlah saham publik yang tersisa sangat kecil, dampaknya terhadap dinamika pasar secara keseluruhan diperkirakan relatif terbatas.

Dari sisi bisnis, kondisi fundamental IBST sendiri masih cukup kuat. Perusahaan memiliki ribuan menara telekomunikasi dan jaringan serat optik yang tersebar di berbagai wilayah Indonesia. Aset-aset tersebut menjadi bagian penting dari ekosistem infrastruktur digital nasional yang terus berkembang seiring meningkatnya kebutuhan layanan data dan konektivitas.

Menariknya, keputusan go private ini juga menunjukkan tren yang mulai terlihat di sejumlah emiten, yaitu ketika pemegang saham pengendali menilai bahwa nilai strategis perusahaan dapat dioptimalkan lebih baik di luar pasar modal. Dalam kasus IBST, fokus utama tampaknya adalah efisiensi operasional dan integrasi yang lebih erat dengan grup usaha induknya.

Di tengah kondisi pasar saham Indonesia yang masih bergerak mengikuti sentimen global, seperti arah suku bunga Amerika Serikat, pergerakan nilai tukar rupiah, dan arus modal asing, sektor infrastruktur telekomunikasi tetap menjadi salah satu sektor yang menarik untuk diperhatikan. Kebutuhan terhadap jaringan digital, pusat data, dan konektivitas masih terus bertumbuh, memberikan prospek jangka panjang yang cukup menjanjikan bagi para pelaku industri.

Untuk saat ini, perhatian investor akan tertuju pada tahapan berikutnya, yakni persetujuan regulator atas tender offer, pelaksanaan pembelian saham publik oleh iForte, serta proses delisting yang ditargetkan selesai pada 2027. Jika seluruh tahapan berjalan sesuai rencana, maka IBST akan resmi mengakhiri perjalanannya sebagai perusahaan tercatat di Bursa Efek Indonesia setelah bertahun-tahun menjadi bagian dari pasar modal nasional.

Bagi investor yang masih memegang saham IBST, periode beberapa bulan ke depan akan menjadi fase penting untuk menentukan langkah investasi selanjutnya. Sementara bagi pelaku pasar secara umum, kisah go private IBST menjadi salah satu contoh menarik bagaimana dinamika kepemilikan dan strategi korporasi dapat mengubah status sebuah emiten di bursa.

Sumber:

Keterbukaan informasi PT Inti Bangun Sejahtera Tbk (IBST) dan hasil RUPSLB Juni 2026.
Kontan: laporan mengenai persetujuan go private dan rencana tender offer iForte.
TradingView/Kontan: jadwal voluntary tender offer dan proses delisting.
Pasardana.id: informasi rencana go private dan alasan strategis perusahaan.
EmitenNews: data aset menara telekomunikasi dan jaringan fiber optik IBST.

Berita Emiten, IDX:IBST

Post navigation

Previous Post: Unilever Indonesia (UNVR) Siap Naikkan Harga Produk, Strategi Jaga Profit di Tengah Tekanan Biaya
Next Post: Saham Bank Mega (MEGA) Melemah di Tengah Aksi Ambil Untung, Investor Cermati Realisasi Saham Bonus dan Kinerja Semester I

Related Posts

Laba Medco Energi (MEDC) Tergerus 72,48% pada 2025, Tekanan Harga Energi dan Beban Non-Kas Jadi Biang Keladi Berita Emiten
Saham ARTO Turun di Tengah Kinerja Apik, Investor Harus Ngapain? Berita Emiten
CLEO Belanja Aset Rp 60 Miliar dari RISE, Sinyal Ekspansi Masih Berlanjut? Berita Emiten
JIIPE Gresik Diserbu Investor, AKRA Nikmati Lonjakan Laba Berita Emiten
Efek Mudik Melemah, Saham JSMR Tertekan Sentimen Suku Bunga Berita Emiten
MDKA Mulai Pengeboran Tambang Emas Pani, Pasar Menanti Tambahan Cadangan di Tengah Reli Harga Emas Berita Emiten

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Copyright © 2026 Bursa Terkini.

Add as a preferred source on Google
Add as preferred source on Google

Powered by
►
Necessary cookies enable essential site features like secure log-ins and consent preference adjustments. They do not store personal data.
None
►
Functional cookies support features like content sharing on social media, collecting feedback, and enabling third-party tools.
None
►
Analytical cookies track visitor interactions, providing insights on metrics like visitor count, bounce rate, and traffic sources.
None
►
Advertisement cookies deliver personalized ads based on your previous visits and analyze the effectiveness of ad campaigns.
None
►
Unclassified cookies are cookies that we are in the process of classifying, together with the providers of individual cookies.
None
Powered by