- Saham DEWA turun tipis sekitar -0,99% ke Rp496 pada sesi awal perdagangan setelah masuk indeks LQ45, dipicu aksi ambil untung investor.
- Meski terkoreksi, prospek masih positif dengan target harga analis di kisaran Rp700 dan potensi dari kontrak tambang baru.
- Pergerakan saham dipengaruhi volatilitas tinggi dan kondisi IHSG yang cenderung melemah di awal perdagangan.

Masuknya saham PT Darma Henwa Tbk (DEWA) ke indeks LQ45 ternyata langsung bikin pergerakan sahamnya jadi sorotan di awal pekan ini. Pada perdagangan Senin, 4 Mei 2026, tepat saat pasar baru dibuka, saham DEWA justru terlihat agak “kehabisan napas” setelah sebelumnya sempat naik cukup kencang. Di sesi awal perdagangan, harganya tercatat turun tipis sekitar -0,99% ke level Rp496 per saham. Buat yang sudah lama ngikutin saham ini, kondisi seperti ini sebenarnya bukan hal yang terlalu mengejutkan.
Biasanya, ketika ada kabar besar seperti masuk ke indeks LQ45, harga saham memang cenderung naik dulu karena ekspektasi investor meningkat. Tapi begitu kabar itu resmi berlaku, sering kali justru muncul aksi ambil untung. Nah, itu yang kemungkinan sedang terjadi di DEWA sekarang. Investor yang sudah masuk lebih awal mulai merealisasikan profit mereka, sehingga harga jadi terkoreksi meskipun sentimennya masih tergolong positif.
Kalau dilihat dari pergerakan intraday, saham DEWA memang cukup aktif. Volatilitasnya tinggi, naik-turun dalam waktu singkat, yang justru jadi “mainan” menarik buat trader jangka pendek. Tipe saham seperti ini biasanya cepat banget merespons sentimen, baik itu dari berita, teknikal, maupun pergerakan pasar secara umum.
Menariknya, meskipun hari ini agak melemah, pandangan analis terhadap DEWA belum berubah banyak. Beberapa laporan riset sebelumnya bahkan sempat menaikkan target harga saham ini ke kisaran Rp700 per saham dengan rekomendasi beli. Alasannya cukup jelas: kinerja operasional yang membaik dan peluang kontrak tambang baru yang masih terbuka lebar. Artinya, secara fundamental, cerita DEWA belum selesai.
Di sisi lain, kondisi pasar secara keseluruhan juga ikut memengaruhi. IHSG di awal perdagangan hari ini terlihat bergerak campuran dengan kecenderungan melemah tipis. Saham-saham besar yang biasanya jadi penopang indeks juga lagi kurang bertenaga, jadi wajar kalau saham lapis menengah seperti DEWA ikut terdampak. Apalagi, arus dana asing dan sentimen global masih jadi faktor penting yang membentuk arah pasar saat ini.
Yang menarik untuk diperhatikan ke depan adalah apakah DEWA bisa kembali membangun momentum naiknya. Dengan status barunya di LQ45, peluang masuknya dana institusi sebenarnya lebih besar. Tapi tetap saja, pasar butuh “cerita baru” supaya harga bisa lanjut naik, misalnya dari laporan keuangan berikutnya atau pengumuman kontrak baru.
Jadi, meskipun hari ini terlihat melemah di awal sesi, bukan berarti prospeknya langsung berubah negatif. Justru fase seperti ini sering jadi momen penentuan: apakah sahamnya akan lanjut koreksi, atau malah siap naik lagi setelah tekanan jual mereda.
Sumber:
Bursa Efek Indonesia (pengumuman rebalancing LQ45), laporan perdagangan intraday, TradingView, IDN Financials, serta laporan riset analis terkait PT Darma Henwa Tbk.