Skip to content
  • Hubungi Kami
  • Tentang Kami

Bursa Terkini

Kabar Bursa Saham Terkini

  • Home
  • Berita Emiten
  • Toggle search form

JSMR Menguat Saat Perdagangan Berlangsung, Investor Cermati Kenaikan Tarif Tol dan Dukungan Analis

Posted on May 18, 2026 By V. Theresia No Comments on JSMR Menguat Saat Perdagangan Berlangsung, Investor Cermati Kenaikan Tarif Tol dan Dukungan Analis
  • Saham JSMR naik sekitar 0,67% di tengah IHSG yang masih melemah, didorong optimisme kenaikan tarif tol dan pertumbuhan trafik kendaraan.
  • Sejumlah analis seperti Mandiri Sekuritas, Maybank, dan JPMorgan masih memberikan rekomendasi positif dengan target harga jauh di atas level saat ini.
  • Investor kini menunggu katalis berikutnya seperti realisasi kenaikan tarif tol, penurunan suku bunga, dan kinerja semester I-2026 Jasa Marga.

Di tengah tekanan pasar saham yang masih terasa pada perdagangan Senin, 18 Mei 2026, saham PT Jasa Marga (Persero) Tbk atau JSMR justru berhasil mencuri perhatian investor. Saat IHSG bergerak fluktuatif dan cenderung melemah karena sentimen global serta aksi profit taking, saham emiten operator jalan tol terbesar di Indonesia ini malah bergerak naik sekitar 0,67% ke level Rp3.000 per saham.

Pergerakan JSMR ini menarik karena terjadi ketika sebagian besar saham big caps masih berada dalam tekanan. Investor tampaknya mulai kembali melirik sektor infrastruktur, khususnya bisnis jalan tol yang dianggap punya karakter defensif dan pendapatan berulang. Apalagi, Jasa Marga masih memegang posisi penting dalam jaringan Tol Trans Jawa yang trafik kendaraannya terus bertumbuh setiap tahun.

Pasar saat ini sedang fokus ke prospek kinerja JSMR sepanjang 2026. Manajemen sebelumnya menyampaikan target pertumbuhan pendapatan dan EBITDA sekitar 4% sampai 6% tahun ini. Salah satu penopang utamanya berasal dari rencana kenaikan tarif di sejumlah ruas tol strategis milik perseroan. Kalau penyesuaian tarif berjalan sesuai jadwal, otomatis pendapatan perusahaan juga berpotensi ikut naik.

Selain itu, volume kendaraan juga diperkirakan meningkat pada semester kedua tahun ini. Momentum liburan, mobilitas logistik, hingga pertumbuhan ekonomi domestik menjadi faktor yang mendukung optimisme tersebut. Investor mulai melihat bahwa bisnis jalan tol masih punya ruang pertumbuhan yang cukup stabil meski kondisi ekonomi global belum sepenuhnya kondusif.

Dari sisi analis, sentimen terhadap saham JSMR juga masih cukup positif. Mandiri Sekuritas misalnya masih mempertahankan rekomendasi “Buy” dengan target harga Rp5.800 per saham. Artinya, jika dibandingkan harga saat ini, masih ada potensi upside yang cukup besar. Sementara Maybank Sekuritas Indonesia juga masih memasang rating “Buy” dengan target harga Rp4.500.

Bahkan analis global seperti JPMorgan sebelumnya sempat menaikkan rating saham JSMR menjadi “Overweight” dengan target harga Rp5.175. Mereka menilai valuasi saham JSMR sudah terlalu murah setelah tertinggal cukup jauh dibanding pergerakan IHSG beberapa waktu terakhir. Pasar juga mulai menganggap kekhawatiran soal pengalihan aset jalan tol BUMN konstruksi ke Jasa Marga tidak sebesar yang sebelumnya ditakutkan.

Meski begitu, bukan berarti JSMR tanpa tantangan. Laporan kuartal pertama 2026 menunjukkan laba bersih perusahaan masih mengalami tekanan akibat kenaikan biaya bunga dan beban operasional. Faktor utang memang masih menjadi perhatian investor karena bisnis jalan tol membutuhkan modal besar dan pembiayaan jangka panjang. Namun banyak analis percaya tekanan tersebut bisa mulai mereda apabila trafik kendaraan terus meningkat dan suku bunga mulai turun.

Menariknya lagi, saham-saham infrastruktur belakangan mulai terlihat lebih kuat dibanding sektor komoditas yang sedang terkena tekanan penurunan harga global. Ini membuat sebagian investor institusi mulai melakukan rotasi portofolio ke sektor yang dianggap lebih stabil seperti jalan tol dan utilitas.

Ke depan, ada beberapa hal yang bakal jadi perhatian pasar untuk JSMR. Mulai dari realisasi kenaikan tarif tol, perkembangan proyek jalan tol baru, restrukturisasi utang perusahaan, hingga kemungkinan penurunan suku bunga Bank Indonesia. Selain itu, laporan kinerja semester pertama 2026 juga bakal jadi momen penting untuk melihat apakah pemulihan trafik kendaraan benar-benar terjadi sesuai ekspektasi pasar.

Kalau sentimen positif terus berlanjut, bukan tidak mungkin saham JSMR bisa kembali menjadi salah satu emiten infrastruktur favorit investor tahun ini.

Sumber: Bursa Efek Indonesia, laporan keuangan PT Jasa Marga (Persero) Tbk, Mandiri Sekuritas, Maybank Sekuritas Indonesia, JPMorgan, Investing.com, Investortrust.id.

IDX:JSMR, Pasar Saham

Post navigation

Previous Post: PTBA Menguat di Tengah Optimisme Kinerja, Investor Pantau Pergerakan Harga Batu Bara
Next Post: RALS Bagi Dividen Lebih Besar dari Laba, Investor Senang Tapi Mulai Bertanya-Tanya

Related Posts

Efek Mudik Melemah, Saham JSMR Tertekan Sentimen Suku Bunga Berita Emiten
ANTM Menguat Tajam 7,78% Ditopang Lonjakan Harga Komoditas, Analis Tetap Waspadai Tekanan Asing IDX:ANTM
Saham BYAN Bergerak Fluktuatif Usai Laba Kuartal I-2026 Turun, Pasar Cermati Outlook Batu Bara IDX:BYAN
SCMA Bergerak Fluktuatif di Awal Sesi, Investor Tunggu Kinerja Kuartal I-2026 IDX:SCMA
MDKA Jadi Sorotan Investor, Produksi Emas Baru Mulai dan Kerja Sama Antam Bikin Pasar Penasaran IDX:MDKA
Saham MAPI Terkoreksi Meski Laba Melonjak, Apa Sih yang Sebenarnya Terjadi? IDX:MAPI

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Copyright © 2026 Bursa Terkini.

Add as a preferred source on Google
Add as preferred source on Google

Powered by
►
Necessary cookies enable essential site features like secure log-ins and consent preference adjustments. They do not store personal data.
None
►
Functional cookies support features like content sharing on social media, collecting feedback, and enabling third-party tools.
None
►
Analytical cookies track visitor interactions, providing insights on metrics like visitor count, bounce rate, and traffic sources.
None
►
Advertisement cookies deliver personalized ads based on your previous visits and analyze the effectiveness of ad campaigns.
None
►
Unclassified cookies are cookies that we are in the process of classifying, together with the providers of individual cookies.
None
Powered by