- Saham KOPI melonjak 24,56% pada awal perdagangan setelah resmi keluar dari status Full Call Auction (FCA) BEI.
- Pasar merespons positif normalisasi perdagangan saham KOPI karena likuiditas transaksi kembali terbuka di papan reguler.
- Meski saham terbang tinggi, investor masih mencermati fundamental perusahaan yang belum sepenuhnya pulih berdasarkan laporan keuangan kuartal I-2026.

Saham PT Mitra Energi Persada Tbk (KOPI) langsung jadi perhatian pasar begitu perdagangan dibuka pada Rabu, 13 Mei 2026. Baru beberapa menit sesi reguler berjalan, saham ini langsung melesat hingga menyentuh area auto reject atas (ARA). Penyebabnya ternyata cukup jelas: Bursa Efek Indonesia resmi mencabut status Full Call Auction (FCA) KOPI.
Buat yang mengikuti saham-saham small caps di BEI, status FCA memang sering jadi momok. Ketika sebuah saham masuk mekanisme FCA, ruang gerak perdagangan jadi jauh lebih terbatas karena transaksi hanya bisa dilakukan pada sesi tertentu. Akibatnya likuiditas turun dan minat investor biasanya ikut meredup. Nah, ketika status itu dicabut, pasar sering merespons cepat karena saham kembali diperdagangkan secara normal.
Itu juga yang terjadi pada KOPI. Pada awal sesi perdagangan, sahamnya langsung melonjak sekitar 24,56% ke level 284 dari penutupan sebelumnya di 228. Antrean beli terlihat menumpuk sejak pagi, sementara volume transaksi naik tajam dibanding hari-hari sebelumnya.
Meski begitu, kalau dilihat lebih dalam, kenaikan ini sebenarnya lebih banyak dipicu sentimen teknikal dibanding perubahan fundamental perusahaan secara instan. Pasar tampaknya sedang merayakan kembalinya likuiditas saham KOPI ke papan reguler.
Dari sisi bisnis, kondisi perusahaan sendiri masih menghadapi tantangan. Berdasarkan laporan keuangan kuartal I-2026, laba bersih KOPI tercatat turun cukup dalam dibanding periode yang sama tahun lalu. Margin keuntungan juga ikut tertekan. Artinya, secara operasional perusahaan masih perlu bekerja keras untuk menunjukkan pemulihan yang benar-benar solid.
Karena itu, sebagian pelaku pasar melihat reli ini masih berada di fase euforia awal. Trader jangka pendek jelas menikmati momentum, tetapi investor jangka menengah kemungkinan masih akan menunggu bukti bahwa kinerja perusahaan memang mulai membaik.
Yang menarik, lonjakan KOPI terjadi ketika kondisi pasar saham Indonesia justru sedang cenderung mixed. IHSG pada awal perdagangan bergerak tipis dengan investor masih berhati-hati menghadapi sentimen global dan arah suku bunga. Di tengah situasi itu, pergerakan KOPI jadi terlihat semakin mencolok.
Sekarang perhatian pasar akan tertuju pada satu pertanyaan besar: apakah reli ini bisa bertahan? Kalau setelah keluar dari FCA likuiditas saham terus membaik dan perusahaan mampu memperlihatkan peningkatan laba dalam beberapa kuartal ke depan, bukan tidak mungkin KOPI mulai kembali dilirik investor. Tapi kalau tidak ada katalis lanjutan, kenaikan cepat seperti ini juga rawan diikuti aksi profit taking.
Untuk sementara, satu hal yang pasti: KOPI kembali hidup di radar trader pasar Indonesia.
Sumber: Bursa Efek Indonesia, EmitenNews, Indo Premier, Stockbit.