- Saham WIIM menguat sekitar +4,7% di awal sesi perdagangan, didorong aksi beli jelang rilis kinerja Q1 2026
- Sentimen positif datang dari ekspektasi laba solid dan aksi pengelolaan saham treasuri perusahaan
- Pergerakan terjadi di tengah IHSG yang fluktuatif, dengan WIIM jadi salah satu saham second liner yang aktif diperdagangkan

Kalau kamu lagi mantengin saham-saham lapis kedua di Bursa Efek Indonesia, nama WIIM alias PT Wismilak Inti Makmur Tbk belakangan ini mulai menarik perhatian lagi. Di sesi perdagangan Rabu, 29 April 2026 ini, saham WIIM langsung tancap gas sejak pasar dibuka. Bahkan sampai pertengahan sesi, harganya sudah naik sekitar 4,7% ke kisaran Rp1.780 dari penutupan sebelumnya di Rp1.700.
Kenaikan ini bukan tanpa alasan. Pasar lagi dalam mode “nunggu hasil”, khususnya menjelang rilis laporan keuangan kuartal pertama 2026. Biasanya, saham-saham yang punya track record kinerja bagus bakal mulai diakumulasi duluan sebelum angka resminya keluar. Nah, WIIM termasuk yang punya cerita itu. Tahun lalu, performanya cukup solid, dengan pertumbuhan laba yang bikin investor mulai melirik lagi saham ini.
Dari awal sesi aja kelihatan kalau minat beli cukup agresif. Harga sempat nyentuh area Rp1.800, yang nunjukin ada dorongan dari pelaku pasar yang mungkin lagi positioning jangka pendek maupun menengah. Volume transaksi juga mulai ramai dibanding hari-hari biasa, tanda kalau saham ini lagi “hidup”.
Selain faktor kinerja, ada juga sentimen dari aksi korporasi. WIIM sebelumnya sudah ngumumin rencana pengalihan saham treasuri lewat keterbukaan informasi. Buat yang belum familiar, ini semacam strategi perusahaan buat mengelola kembali saham yang sebelumnya dibeli. Dampaknya bisa positif ke likuiditas saham dan kadang juga bantu menopang harga di pasar.
Kalau ngomongin valuasi, WIIM masih terbilang cukup menarik di sektor consumer goods, khususnya rokok. Dibanding beberapa pemain besar, valuasinya masih relatif lebih rendah, tapi tetap punya potensi growth, terutama dari segmen rokok mild yang lagi berkembang. Ini yang bikin beberapa analis masih kasih rating “buy” atau “accumulate”, walaupun mereka juga ingetin kalau kenaikan ke depan bakal sangat tergantung dari konsistensi laba di 2026.
Menariknya lagi, pergerakan WIIM ini terjadi di tengah kondisi pasar yang lagi agak campur aduk. IHSG sendiri cenderung bergerak naik-turun di awal sesi, terpengaruh sentimen global seperti arah suku bunga dan pergerakan pasar Asia. Tapi justru di situ biasanya saham-saham second liner kayak WIIM bisa lebih “liar” karena ada rotasi dana dari saham big caps ke saham yang lebih kecil tapi punya cerita menarik.
Karena pasar masih berjalan, tentu arah harga WIIM masih bisa berubah sampai penutupan nanti. Bisa lanjut naik kalau momentum beli kuat, atau malah kena profit taking kalau trader jangka pendek mulai ambil untung.
Ke depan, ada beberapa hal yang wajib banget dipantau. Yang paling dekat jelas rilis laporan keuangan Q1 2026. Selain itu, realisasi dari aksi saham treasuri juga bisa jadi sentimen tambahan. Jangan lupa juga faktor eksternal seperti kebijakan cukai rokok yang selalu jadi game changer di sektor ini.
Jadi buat kamu yang lagi ngelirik WIIM, sekarang ini bisa dibilang fase “wait and see tapi tetap siaga”. Karena kalau hasil kinerjanya sesuai ekspektasi, bukan nggak mungkin saham ini lanjut menarik di radar investor.
Sumber:
Keterbukaan informasi BEI & laporan perusahaan WIIM, data perdagangan Bursa Efek Indonesia (IDX), riset analis sekuritas domestik, serta data pasar dari platform seperti Investing dan Yahoo Finance.