Skip to content
  • Hubungi Kami
  • Tentang Kami

Bursa Terkini

Kabar Bursa Saham Terkini

  • Home
  • Berita Emiten
  • Toggle search form

Kinerja Melejit, Laba RISE Melonjak Hampir 5 Kali Lipat di Kuartal I-2026

Posted on April 20, 2026 By V. Theresia No Comments on Kinerja Melejit, Laba RISE Melonjak Hampir 5 Kali Lipat di Kuartal I-2026
  • Laba bersih RISE melonjak tajam di kuartal I-2026 berkat kombinasi kenaikan pendapatan dan efisiensi operasional.
  • Saham RISE merespons positif dengan penguatan signifikan, menunjukkan kepercayaan pasar terhadap kinerja terbaru.
  • Fokus berikutnya ada pada keberlanjutan pertumbuhan, khususnya dari proyek baru, pendapatan berulang, dan kualitas sumber pendapatan.

Kalau kamu lagi mantengin saham properti di Bursa Efek Indonesia, nama PT Jaya Sukses Makmur Sentosa Tbk (RISE) belakangan ini memang lagi cukup mencuri perhatian. Bukan tanpa alasan—kinerja mereka di kuartal I-2026 benar-benar melonjak tajam, bahkan bisa dibilang “out of expectation” untuk ukuran emiten properti yang biasanya bergerak lebih stabil.

Dari laporan keuangan terbaru yang dirilis lewat keterbukaan informasi BEI, RISE berhasil mencetak laba bersih sekitar Rp97 miliar. Angka ini naik hampir lima kali lipat dibandingkan periode yang sama tahun lalu yang hanya sekitar Rp16 miliar. Lonjakan ini jelas jadi sinyal bahwa ada sesuatu yang berubah dalam strategi atau eksekusi bisnis mereka.

Kalau ditarik lebih dalam, pertumbuhan ini bukan cuma karena pendapatan naik, tapi juga karena perusahaan berhasil mengelola biaya dengan lebih efisien. Pendapatan memang tumbuh sekitar 36% secara tahunan menjadi Rp173 miliar, tapi yang lebih menarik adalah bagaimana margin mereka ikut melebar. Laba bruto dan EBITDA sama-sama melonjak signifikan, menunjukkan bahwa bisnis mereka sekarang jauh lebih “lean” dibanding sebelumnya.

Dari sisi bisnis, RISE masih mengandalkan penjualan properti residensial sebagai tulang punggung. Tapi mereka juga punya kontribusi dari hotel dan properti komersial yang mulai terlihat perannya. Meski begitu, ada satu hal yang cukup sering jadi perhatian investor, yaitu porsi pendapatan dari pihak berelasi yang cukup besar. Buat sebagian investor, ini bisa jadi area yang perlu dicermati lebih lanjut, terutama soal keberlanjutan pendapatan ke depan.

Di pasar saham, reaksi investor terlihat cukup agresif. Saham RISE sempat melonjak tajam dan masuk jajaran top gainers, bahkan sempat naik lebih dari 20% dalam satu sesi perdagangan. Menariknya, kenaikan ini terjadi di tengah pergerakan IHSG yang cenderung biasa saja. Artinya, rally di RISE lebih didorong oleh faktor internal, bukan sekadar ikut arus pasar.

Kalau lihat dari sisi analis, meskipun belum banyak update resmi soal target harga terbaru, sentimennya mulai berubah jadi lebih positif. Beberapa pelaku pasar mulai melihat RISE sebagai cerita turnaround yang menarik, terutama kalau perusahaan bisa menjaga momentum pertumbuhan ini di kuartal-kuartal berikutnya.

Secara fundamental, posisi keuangan mereka juga masih cukup solid. Total aset sudah menyentuh lebih dari Rp4 triliun dengan tingkat utang yang masih relatif terjaga. Ini penting, karena memberi ruang buat perusahaan untuk ekspansi tanpa harus terlalu agresif dalam menambah leverage.

Ke depan, ada beberapa hal yang bakal jadi perhatian pasar. Mulai dari realisasi penjualan proyek baru, kontribusi recurring income dari hotel dan properti komersial, sampai transparansi soal transaksi pihak berelasi. Selain itu, faktor eksternal seperti suku bunga dan daya beli masyarakat juga tetap jadi variabel penting untuk sektor properti.

Jadi, apakah RISE ini layak dilirik? Jawabannya: menarik, tapi tetap harus dicermati dengan kritis. Kinerja kuartal I ini memang impresif, tapi pasar pasti akan menunggu apakah ini bisa berlanjut atau hanya lonjakan sesaat.

Sumber:
Keterbukaan informasi Bursa Efek Indonesia (laporan keuangan Q1 2026 RISE), riset Indopremier Sekuritas, StockWatch, IDN Financials, serta data pergerakan saham dari Investing.com.

Berita Emiten, IDX:RISE

Post navigation

Previous Post: AI dan ESG Jadi Mesin Baru Indosat (ISAT), Analis Lihat Potensi Re-rating di Tengah Momentum Digital
Next Post: BIKE Bergerak Tipis di Awal Sesi Usai Perubahan Pengendali, Investor Masih Wait and See

Related Posts

HEAL Tertekan BPJS, Saatnya Beralih ke Pasien Premium? Berita Emiten
Di Tengah IHSG Fluktuatif, TAPG Justru Bersinar Berkat B50 Berita Emiten
Bos AKRA Ambil Untung Rp2,85 Miliar, Sahamnya Masih Layak Dikoleksi? Berita Emiten
ARCI Lagi On Fire, Dari Tambang Emas ke Lonjakan Profit 8 Kali Lipat Berita Emiten
Saat IHSG Melemah, AADI Justru Tancap Gas, Apa yang Terjadi? Berita Emiten
Laba HM Sampoerna (HMSP) Tertekan di 2025, Daya Beli Lemah Jadi Tantangan Industri Rokok Berita Emiten

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Copyright © 2026 Bursa Terkini.

Powered by
►
Necessary cookies enable essential site features like secure log-ins and consent preference adjustments. They do not store personal data.
None
►
Functional cookies support features like content sharing on social media, collecting feedback, and enabling third-party tools.
None
►
Analytical cookies track visitor interactions, providing insights on metrics like visitor count, bounce rate, and traffic sources.
None
►
Advertisement cookies deliver personalized ads based on your previous visits and analyze the effectiveness of ad campaigns.
None
►
Unclassified cookies are cookies that we are in the process of classifying, together with the providers of individual cookies.
None
Powered by