- Saham PACK menguat sekitar 8,05% di awal perdagangan Rabu (20/5) dan kembali jadi perhatian investor karena transaksi yang ramai.
- Sentimen positif datang dari masuknya Haji Isam sebagai pemegang saham besar serta transformasi bisnis PACK ke sektor tambang dan investasi.
- Investor kini menunggu realisasi ekspansi bisnis, penggunaan dana rights issue, dan laporan keuangan berikutnya sebagai katalis saham PACK.

Pergerakan saham PT Abadi Nusantara Hijau Investama Tbk (PACK) lagi-lagi menarik perhatian investor di Bursa Efek Indonesia. Baru juga pasar dibuka pada perdagangan Rabu, 20 Mei 2026, saham PACK langsung bergerak aktif dan sempat menguat sekitar 8,05% ke level Rp322 per saham. Volume transaksi yang ramai bikin saham ini kembali masuk radar trader harian maupun investor spekulatif yang suka berburu momentum.
Kalau dilihat beberapa bulan terakhir, PACK memang jadi salah satu saham yang pergerakannya cukup “panas”. Kadang bisa naik cepat, tapi di sisi lain volatilitasnya juga tinggi banget. Hal itu nggak lepas dari banyaknya aksi korporasi yang dilakukan perusahaan serta munculnya nama-nama besar di balik kepemilikan sahamnya.
Salah satu sentimen yang paling ramai dibicarakan pasar adalah masuknya pengusaha nasional Haji Isam ke saham PACK. Berdasarkan laporan transaksi yang beredar di pasar, Haji Isam disebut mengakuisisi sekitar 21% saham PACK dengan nilai transaksi mencapai Rp936 miliar. Masuknya investor besar seperti ini otomatis bikin pasar mulai berspekulasi kalau ada potensi ekspansi bisnis besar ke depan, khususnya di sektor tambang dan mineral.
Menariknya lagi, PACK sekarang memang sedang dalam fase transformasi bisnis. Kalau dulu perusahaan ini lebih dikenal bergerak di bidang percetakan digital dan kemasan fleksibel, sekarang arah bisnisnya mulai bergeser ke investasi dan sektor pertambangan. Perubahan model bisnis ini jadi alasan kenapa saham PACK mulai dilirik lagi oleh banyak pelaku pasar.
Selain itu, perusahaan juga sebelumnya melakukan rights issue berbasis Obligasi Wajib Konversi (OWK) dengan target dana jumbo sekitar Rp3,2 triliun. Dana tersebut rencananya dipakai untuk mendukung ekspansi usaha dan memperkuat struktur modal perusahaan. Buat investor, aksi seperti ini biasanya dianggap sebagai sinyal bahwa perusahaan sedang menyiapkan langkah bisnis yang lebih agresif.
Meski begitu, investor tetap perlu hati-hati. Saham PACK termasuk salah satu saham dengan volatilitas tinggi. Bursa Efek Indonesia bahkan sempat memasukkan saham ini ke dalam kategori unusual market activity (UMA) karena lonjakan harga dan volume transaksi yang dianggap tidak biasa. Artinya, peluang profit memang besar, tapi risikonya juga nggak kecil.
Sampai perdagangan pagi ini berlangsung, belum banyak analis besar yang memberikan target harga resmi untuk saham PACK. Sebagian besar pelaku pasar masih memilih wait and see sambil melihat perkembangan transformasi bisnis perusahaan dan realisasi proyek-proyek barunya.
Di tengah kondisi IHSG yang bergerak mixed pagi ini, saham-saham second liner dan sektor komoditas memang masih jadi pusat perhatian. PACK jadi salah satu saham yang memanfaatkan momentum tersebut dengan pergerakan yang cukup agresif sejak bel pembukaan perdagangan berbunyi.
Ke depan, investor bakal fokus memantau perkembangan ekspansi bisnis tambang perusahaan, penggunaan dana rights issue, laporan keuangan berikutnya, sampai kemungkinan aksi korporasi tambahan yang bisa jadi katalis baru buat saham PACK. Kalau perusahaan berhasil menunjukkan progres nyata dari transformasi bisnisnya, bukan nggak mungkin saham ini bakal tetap ramai diperdagangkan dalam beberapa waktu ke depan.
Sumber:
Ajaib Sekuritas
Bloomberg Technoz Indonesia
Indo Premier Sekuritas
BCA Sekuritas