Skip to content
  • Hubungi Kami
  • Tentang Kami

Bursa Terkini

Kabar Bursa Saham Terkini

  • Home
  • Berita Emiten
  • Toggle search form

Saham INCO Lagi Ramai Diborong Big Player, Cerita Nikel Jadi Daya Tarik Utama

Posted on May 2, 2026May 1, 2026 By V. Theresia No Comments on Saham INCO Lagi Ramai Diborong Big Player, Cerita Nikel Jadi Daya Tarik Utama
  • Saham INCO menarik minat investor institusi setelah laba kuartal I-2026 melonjak dan didukung efisiensi operasional.
  • Prospek nikel global yang kuat, terutama dari permintaan kendaraan listrik, jadi katalis utama sentimen positif.
  • Analis masih cenderung bullish meski ada yang mulai hati-hati karena valuasi dan risiko proyek hilirisasi.

Kalau kamu perhatiin pergerakan saham tambang belakangan ini, nama INCO alias PT Vale Indonesia Tbk lagi cukup sering muncul di radar investor, terutama yang institusi besar. Bukan tanpa alasan—ceritanya lagi “daging” banget, apalagi dikaitkan sama tren nikel yang makin seksi di era kendaraan listrik.

Di kuartal pertama 2026, performa INCO bisa dibilang bikin pasar melirik ulang. Laba bersihnya tembus sekitar US$43,6 juta, naik signifikan dibanding tahun lalu. Pendapatan juga ikut terkerek, didorong harga nikel yang masih relatif kuat dan efisiensi operasional yang mulai terasa hasilnya. Ini jadi sinyal penting bahwa bisnis mereka masih solid, bahkan di tengah tantangan produksi yang sempat terganggu maintenance.

Nah, yang bikin makin menarik, prospek nikel ke depan lagi terang-terangnya. Secara global, banyak analis melihat potensi defisit pasokan nikel dalam beberapa tahun ke depan. Permintaan dari industri baterai—khususnya kendaraan listrik—terus naik, sementara suplai nggak selalu bisa ngejar. Buat perusahaan kayak INCO, kondisi ini jelas jadi tailwind besar.

Dari dalam negeri juga ada angin segar. Pemerintah melakukan revisi terhadap Harga Patokan Mineral (HPM), yang bikin pricing nikel jadi lebih mencerminkan kondisi pasar. Dampaknya? Margin perusahaan tambang seperti INCO berpotensi naik. Jadi bukan cuma soal volume, tapi juga kualitas pendapatan yang membaik.

Nggak heran kalau sejumlah analis mulai adjust pandangan mereka. Ada yang tetap bullish dengan rekomendasi “buy” dan target harga di kisaran Rp7.600 sampai Rp8.000, mengandalkan potensi kenaikan laba dan proyek hilirisasi seperti HPAL. Tapi di sisi lain, ada juga yang mulai lebih hati-hati. Beberapa analis menilai valuasi INCO sekarang sudah cukup tinggi, sehingga rekomendasinya turun ke “hold”. Artinya, upside masih ada, tapi nggak sebesar sebelumnya.

Kalau ditarik ke konteks lebih luas, pergerakan INCO ini juga nggak berdiri sendiri. Sektor logam dan pertambangan memang lagi outperform di pasar saham Indonesia. IHSG sendiri ikut terbantu oleh reli komoditas global, dan investor tampaknya lagi rotasi ke saham-saham berbasis resource. INCO jadi salah satu pilihan utama buat yang mau “numpang” tren nikel.

Meski begitu, bukan berarti tanpa risiko. INCO masih punya PR besar dari sisi belanja modal untuk proyek hilirisasi. Proyek-proyek seperti HPAL butuh dana besar dan waktu panjang sebelum benar-benar menghasilkan. Belum lagi potensi perubahan regulasi atau tekanan biaya energi yang bisa ganggu profitabilitas.

Jadi ke depan, ada beberapa hal yang bakal jadi perhatian pasar. Mulai dari update proyek hilirisasi, kinerja keuangan berikutnya, sampai arah harga nikel global. Kalau semua berjalan sesuai ekspektasi, bukan nggak mungkin minat investor institusi ke INCO bakal terus berlanjut. Tapi kalau ada miss di salah satu faktor itu, pasar juga bisa cepat berubah arah.

Sumber:
Bareksa, Kontan, Indo Premier Sekuritas, Investortrust, SWA (ringkasan laporan analis, keterbukaan informasi, dan berita pasar terbaru terkait INCO dan sektor nikel).

Berita Emiten, IDX:INCO

Post navigation

Previous Post: Bundamedik (BMHS) Siapkan Capex Rp 217 Miliar, Fokus Perkuat Kapasitas dan Layanan di Tengah Tekanan Pasar
Next Post: Laba Central Omega Resources (DKFT) Tumbuk 74% di Kuartal I-2026, Efisiensi Jadi Kunci di Tengah Tekanan Produksi

Related Posts

GPSO Lagi Panas, Saham Naik 50%, Siap Private Placement dan Masuk Bisnis Komponen Otomotif Berita Emiten
Permintaan Australia Naik, Multi Bintang (MLBI) Genjot Ekspor Bintang Radler Berita Emiten
MPPA Cari Nafas Baru Lewat Rights Issue di Tengah Ketatnya Industri Ritel Berita Emiten
ENRG Terbitkan Obligasi Rp500 Miliar, Fokus Perbaiki Struktur Utang Anak Usaha Berita Emiten
Lonjakan Harga Nikel Bikin Laba INCO Melesat, Ini Ceritanya Berita Emiten
SMDR Terbitkan Sukuk Rp700 Miliar, Tanda Emiten Pelayaran Ini Masih Agresif Ekspansi Berita Emiten

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Copyright © 2026 Bursa Terkini.

Add as a preferred source on Google
Add as preferred source on Google

Powered by
►
Necessary cookies enable essential site features like secure log-ins and consent preference adjustments. They do not store personal data.
None
►
Functional cookies support features like content sharing on social media, collecting feedback, and enabling third-party tools.
None
►
Analytical cookies track visitor interactions, providing insights on metrics like visitor count, bounce rate, and traffic sources.
None
►
Advertisement cookies deliver personalized ads based on your previous visits and analyze the effectiveness of ad campaigns.
None
►
Unclassified cookies are cookies that we are in the process of classifying, together with the providers of individual cookies.
None
Powered by