- Saham PT Pelayaran Nasional Ekalya Purnamasari Tbk (ELPI) anjlok sekitar 14,6% ke Rp1.170 setelah pasar merespons rencana rights issue besar yang akan menerbitkan hingga 2,11 miliar saham baru.
- Dana hasil rights issue disebut akan digunakan untuk memperkuat struktur permodalan dan mendukung ekspansi bisnis pelayaran energi perusahaan.
- Investor di Bursa Efek Indonesia kini menanti hasil RUPSLB pada 9 Maret 2026 serta detail harga dan rasio rights issue sebagai katalis pergerakan saham berikutnya.

Saham perusahaan pelayaran energi, PT Pelayaran Nasional Ekalya Purnamasari Tbk (ELPI), sedang ramai dibicarakan pelaku pasar setelah perusahaan mengumumkan rencana aksi korporasi besar berupa rights issue. Pengumuman ini langsung memicu reaksi cepat di pasar, terlihat dari pergerakan harga sahamnya yang terkoreksi cukup dalam pada perdagangan terakhir di Bursa Efek Indonesia.
Pada penutupan perdagangan Kamis, 5 Maret 2026, saham ELPI turun tajam sekitar 14,6% dan berakhir di level Rp1.170 per saham. Penurunan ini terjadi setelah investor mulai menghitung dampak dari rencana penambahan modal perusahaan melalui skema Penambahan Modal dengan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (PMHMETD) atau rights issue.
Buat yang belum familiar, rights issue adalah aksi korporasi ketika perusahaan menawarkan saham baru kepada pemegang saham lama. Tujuannya biasanya untuk mendapatkan tambahan dana segar yang bisa dipakai untuk ekspansi bisnis, membayar utang, atau memperkuat struktur permodalan perusahaan. Namun di sisi lain, langkah ini sering membuat investor khawatir karena berpotensi menimbulkan dilusi kepemilikan saham jika mereka tidak ikut membeli saham baru tersebut.
Dalam keterbukaan informasi yang disampaikan ke regulator pasar modal, manajemen ELPI mengungkapkan rencana untuk menerbitkan hingga 2,11 miliar saham baru. Jumlah ini setara dengan sekitar 22% dari total modal ditempatkan dan disetor penuh perseroan setelah rights issue dilaksanakan.
Dana yang diperoleh dari aksi korporasi ini rencananya akan digunakan untuk memperkuat permodalan perusahaan serta mendukung ekspansi bisnis ke depan. Sebagai perusahaan yang bergerak di sektor pelayaran dan jasa penunjang industri energi, ELPI memang membutuhkan investasi yang cukup besar untuk pengembangan armada kapal, pembiayaan proyek, serta modal kerja operasional.
Meski pasar bereaksi negatif dalam jangka pendek, sebenarnya performa saham ELPI sepanjang tahun ini masih tergolong cukup kuat. Secara year-to-date, saham ini masih mencatat kenaikan lebih dari 20% sejak awal 2026. Artinya, koreksi terbaru ini lebih banyak dipicu oleh sentimen aksi korporasi daripada perubahan mendasar pada bisnis perusahaan.
Investor kini menunggu perkembangan berikutnya dari rencana rights issue tersebut. Perseroan dijadwalkan menggelar Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) pada 9 Maret 2026 untuk meminta persetujuan pemegang saham terkait rencana penerbitan saham baru ini. Biasanya setelah rapat tersebut, perusahaan akan mulai mengungkap detail penting seperti harga pelaksanaan rights issue dan rasio pembagian saham baru.
Informasi tersebut akan sangat menentukan arah pergerakan saham ELPI selanjutnya. Jika harga pelaksanaan rights issue cukup menarik dan strategi penggunaan dananya jelas, bukan tidak mungkin minat investor kembali meningkat.
Di sisi lain, pergerakan saham ELPI juga terjadi di tengah kondisi pasar saham Indonesia yang masih cukup dinamis. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dalam beberapa waktu terakhir bergerak fluktuatif mengikuti sentimen global, mulai dari arah kebijakan suku bunga hingga pergerakan arus dana asing di pasar negara berkembang.
Karena itu, pelaku pasar saat ini masih cenderung menunggu kejelasan lebih lanjut sebelum mengambil posisi besar di saham ELPI. Detail rights issue, keputusan RUPSLB, serta rencana ekspansi perusahaan akan menjadi faktor penting yang menentukan apakah koreksi ini hanya sementara atau justru menjadi fase konsolidasi sebelum pergerakan berikutnya.
Sumber:
Keterbukaan informasi PT Pelayaran Nasional Ekalya Purnamasari Tbk di Bursa Efek Indonesia, laporan pasar modal IDNFinancials, serta publikasi media pasar saham Indonesia.